Showing posts with label BIOLOGI. Show all posts
Showing posts with label BIOLOGI. Show all posts

Cabang Cabang Ilmu Biologi

Posted by Artikel Menarik | 7:11 PM | | 0 comments »

Biologi memiliki cabang ilmu yang spesifik dan objek kajian yang semakin khusus untuk memudahkan cara pembelajarannya, mengingat pada umumnya seseorang hanya mampu mendalami salah satu cabang ilmu. Cabang cabang Biologi tersebut antara lain:

1. Anatomi : Ilmu yang mempelajari tentang bagian-bagian struktur tubuh dalam makhluk hidup
2. Agronomi : Ilmu yang mempelajari tentang tanaman budidaya
3. Andrologi : Ilmu yang mempelajari tentang macam hormon dan kelainan reproduksi pria
4. Algologi : Ilmu yang mempelajari tentang alga/ganggang
5. Botani : ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan
6. Bakteriologi : Ilmu yang mempelajari tentang bakteri
7. Biologi molekuler : Ilmu yang mempelajari tentang kajian biologi pada tingkat molekul
8. Bioteknologi : Ilmu yang mempelajari tentang penggunaan penerapan proses biologi secara terpadu yang meliputi prosesbiokimia, mikrobiologi, rekayasa kimia untuk bahan pangan dan peningkatan kesejahteraan manusia.
9. Bryologi, ilmu yang mempelajari tentang lumut
10. Kardiologi, ilmu yang mempelajari tentang jantung dan pembuluh darah
11. Dendrologi, ilmu yang mempelajari tentang pohon maupun tumbuhan berkayu lainnya, seperti liana
12. Ekologi : Ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan
13. Embriologi : Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan embrio
14. Entomologi : Ilmu yang mempelajari tentang serangga
15. Enzimologi : ilmu yang mempelajari tentang enzim
16. Evolusi : Ilmu yang mempelajari tentang perubahan struktur tubuhmakhluk hidup secara perlahan-lahan dalam waktu yang lama
17. Epidemiologi : Ilmu yang mempelajari tentang penularan penyakit
18. Eugenetika : Ilmu yang mempelajari tentang hukum pewarisan sifat
19. Endokrinologi : Ilmu yang mempelajari tentang hormon
20. Enzimologi : Ilmu yang mempelajari tentang enzimFisiologi : Ilmu yang mempelajari tentang faal (fungsi kerja) organ tubuh
21. Fisiologi, Ilmu yang mempelajari tentang faal/fungsi kerja tubuh
22. Fisioterapi : Ilmu yang mempelajari tentang pengobatan terhadappenderita yang mengalami kelumpuhan atau gangguan otot
23. Farmakologi : Ilmu yang mempelajari tentang obat-obatanGenetika : Ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat
24. Genetika, ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat
25. Histologi : Ilmu yang mempelajari tentang jaringan
26. Higiene : Ilmu yang mempelajari tentang pemeliharaan kesehatan makhluk hidup
27. Harpetologi, ilmu yang mempelajari reptilia/ular
28. Imunologi : Ilmu yang mempelajari tentang sistem kekebalan (imun) tubuh
29. Ichtiologi : Ilmu yang mempelajari tentang ikan
30. Karsinologi : Ilmu yang mempelajari tentang crustacea
31. Klimatologi : Ilmu yang mempelajari tentang iklim
32. Limnologi : Ilmu yang mempelajari tentang perairan mengalir
33. Mamologi, ilmu yang mempelajari tentang mammalia
34. Mikologi, ilmu yang mempelajari tentang jamur
35. Mikrobiologi : Ilmu yang mempelajari tentang mikroorganisme
36. Malakologi : Ilmu yang mempelajari tentang moluska
37. Morfologi : Ilmu yang mempelajari tentang bentuk atau ciri luarorganisme
38. Mikologi : Ilmu yang mempelajari tentang jamur
39. Neurologi, Ilmu yang menangani penyimpangan pada sistem saraf
40. Nematologi, ilmu yang mempelajari tentang nematoda
41. Organologi : Ilmu yang mempelajari tentang organ
42. Onkologi, ilmu yang mempelajari tentang kanker dan cara pencegahannya
43. Onthogeni : Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan makhluk hidup dari zigot menjadi dewasa
44. Ornitologi : Ilmu yang mempelajari tentang burung
45. Phylogeni : Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan makhlukhidup
46. Patologi : Ilmu yang mempelajari tentang penyakit dan pengaruh-nya bagi manusia
47. Palaentologi : Ilmu yang mempelajari tentang fosil
48. Paleobotani, ilmu yang mempelajari tumbuhan masa lampau
49. Paleozoologi, ilmu yang mempelajari tentang hewan purba
50. Parasitologi : Ilmu yang mempelajari tentang makhluk parasit
51. Protozoologi : Ilmu yang mempelajari tentang Protozoa
52. Primatologi, ilmu yang mempelajari tentang primata
53. Pulmonologi, ilmu yang mempelajari tentang paru-paru
54. Radiologi, ilmu untuk melihat bagian dalam tubuh manusia menggunakan pancaran atau radiasi gelombang, baik gelombang elektromagnetik maupun gelombang mekanik
55. Rekayasa Genetika, ilmu yang mempelajari tentang manipulasi sifat genetic
56. Sanitasi : Ilmu yang mempelajari tentang kesehatan lingkungan
57. Sitologi : Ilmu yang mempelajari tentang sel
58. Taksonomi : Ilmu yang mempelajari tentang penggolongan makhluk hidup
59. Teratologi : Ilmu yang mempelajari tentang cacat janin dalam kandungan
60. Virologi : Ilmu yang mempelajari tentang virus

DARI URAIAN DIATAS

* Biologi ternyata secara detail mempunyai begitu banyak cabang ilmu yang semua itu ditujukkan agar lebih rinci penguasaan pada bidang nya. untuk memahami kenapa bisa muncul sedemikian banyaknya cabang ilmu diatas dapat dianalisa dari kajian Obyek biologi yang melatar belakangi.
* Biologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu bio yang berarti hidup dan logos yang berarti ilmu pengetahuan. Dengan demikian, biologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang hidup dan kehidupan. Objek dari biologi adalah semua makhluk hidup, mulai dari tingkat atom,molekul, sel, jaringan, organ, individu, populasi, ekosistem, sampai bioma.
* Pada tingkat molekul, biologi mempelajari berbagai macam struktur dan ciri molekul yang berperan dalam reaksi penyusunan dan pembongkaran. Molekul-molekul tersebut saling berhubungan dalam membentuk sel. Sel bergabung menyusun jaringan dan beberapa jaringan menyusun organ. Sistem organ bergabung menyusun tubuh makhluk hidup (individu).
* Setiap individu saling berhubungan membentuk sekumpulan individu sejenis yang disebut populasi. Sekumpulan populasi yang saling berhubungan satu dengan yang lain akan membentuk komunitas.Komunitas dengan lingkungan abiotik menyusun ekosistem. Gabungan berbagai ekosistem akan membentuk bioma. Hubungan antarbioma di permukaan bumi akan membentuk biosfer.

Menurut Biological Science Curriculum Study (BSCS), biologi memiliki objek berupa kingdom (kerajaan), yaitu :

1. Monera
2. Protista
3. Fungi
4. Plantae
5. Animalia (hewan),

Dari banyaknya materi biologi yang sepertinya akan dipelajari nanti , maka alangkah baiknya sedikit demi sedikit dipahami terlebih dahulu istilah / dasar materi biologi yang lazim dipakai yang setiap kali muncul di berbagai tulisan. Silahkan dibaca dan dipahami baru dihafal dan dimengeri hehehe

1. Uniseluler ialah makhluk hidup bersel satu dan tidak dapat dilihat secara langsung. Kita dapat melihatnya dengan mikroskop. Fungsi kehidupan dilakukan oleh bagian-bagian penyusun sel itu sendiri.
2. Multiseluler ialah makhluk hidup bersel banyak, dapat dilihat secara langsung tanpa bantuan mikroskop, dan tubuhnya sudah mengalami pembagian tugas yang baik.
3. Eukariotik ialah makhluk hidup yang memiliki membran inti sel sehingga inti sel tidak bercampur dengan sitoplasma (cairan sel).
4. Prokariotik ialah makhluk hidup yang belum memiliki membran inti sel sehingga bahan-bahan inti sel bercampur dengan sitoplasma.
5. Heterotrof ialah makhluk hidup yang mengambil bahan organik dari makhluk hidup lain dan tidak dapat membentuk bahan organik sendiri.
6. Autotrof ialah makhluk hidup yang dapat menyediakan bahan organik sendiri melalui proses fotosintesis. Makhluk hidup ini dicirikan dengan adanya klorofil atau kemampuan menguraikan bahan-bahan kimia sebagai energi dalam pembentukan bahan organik.

Biologi sebagai bagiaan dari Ilmu pengetahuan merupakan kumpulan konsep, prinsip, hukum, dan teori yang dibentuk melalui serangkaian kegiatan ilmiah. Suatu pengetahuan dapat disebut sebagai ilmu apabila memenuhi syarat atau ciri-ciri sebagai berikut.

1. Memiliki Obyek Kajian Suatu ilmu harus memiliki objek kajian, contoh ilmu matematika memiliki objek kajian berupa angka-angka, ilmu kimia memiliki objek kajian berupa zat-zat beserta sifatnya.
2. Memiliki Metode Pengembangan ilmu pengetahuan tidak dapat dilakukan secara asal-asalan,tetapi menggunakan cara atau metode tertentu. Metode yang digunakan itu bersifat baku dan dapat dilakukan oleh siapapun.
3. Bersifat Sistematis Dalam biologi, jika kita akan mempelajari tentang sel, maka materi yang dipelajari perlu mendapat dukungan materi lain, misalnya tentang jaringan, organ, sistem organ, dan individu. Demikian pula sebaliknya, sehingga pengetahuan-pengetahuan itu tidak bertolak belakang. Ilmu pengetahuan bersifat sistematis adalah bahwa sebuah pengetahuan harus memiliki hubungan ketergantungan dan teratur, tidak boleh ada unsur-unsur yang saling bertolak belakang.
4. BersifatUniversal Kebenaran ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh ilmu harus berlaku secara umum.
5. Bersifat Obyektif Sebuah ilmu pengetahuan harus menggambarkan keadaan secara apa adanya, yaitu mengandung data dan pernyataan yang sebenarnya (bersifat jujur), bebas dari prasangka, kepentingan, atau kesukaan pribadi.
6. BersifatAnalisis Kajian suatu ilmu pengetahuan dapat terbagi-bagi menjadi bagian yang lebih rinci guna memahami berbagai hubungan, sifat, serta peranan dari bagian-bagian tersebut.
7. Bersifat Verifikatif Suatu ilmu mengarah pada tercapainya suatu kebenaran. Misalnya, teori tentang Generatio Spontanea, menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati yang sudah diyakini kebenarannya, tetapi akhirnya teori itu digugurkan dengan teori Biogenesis, menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup juga. Akhirnya teori ini diyakini kebenarannya sampai sekarang.

dari:
http://biologigonz.blogspot.com
READ MORE - Cabang Cabang Ilmu Biologi >

Peran Mikroorganisme dlm Kehidupan

Posted by Artikel Menarik | 7:09 PM | | 0 comments »

Mikroorganisme merupakan jasad hidup yang mempunyai ukuran sangat kecil (Kusnadi, dkk, 2003). Setiap sel tunggal mikroorganisme memiliki kemampuan untuk melangsungkan aktivitas kehidupan antara lain dapat dapat mengalami pertumbuhan, menghasilkan energi dan bereproduksi dengan sendirinya. Mikroorganisme memiliki fleksibilitas metabolisme yang tinggi karena mikroorganisme ini harus mempunyai kemampuan menyesuaikan diri yang besar sehingga apabila ada interaksi yang tinggi dengan lingkungan menyebabkan terjadinya konversi zat yang tinggi pula. Akan tetapi karena ukurannya yang kecil, maka tidak ada tempat untuk menyimpan enzim-enzim yang telah dihasilkan. Dengan demikian enzim yang tidak diperlukan tidak akan disimpan dalam bentuk persediaan.enzim-enzim tertentu yang diperlukan untuk perngolahan bahan makanan akan diproduksi bila bahan makanan tersebut sudah ada.

Mikroorganisme ini juga tidak memerlukan tembat yang besar, mudah ditumbuhkan dalam media buatan, dan tingkat pembiakannya relative cepat (Darkuni, 2001). Oleh karena aktivitasnya tersebut, maka setiap mikroorganisme memiliki peranan dalam kehidupan, baik yang merugikan maupun yang menguntungkan.

Sekilas, makna praktis dari mikroorganisme disadari tertutama karena kerugian yang ditimbulkannya pada manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan. Misalnya dalam bidang mikrobiologi kedokteran dan fitopatologi banyak ditemukan mikroorganisme yang pathogen yang menyebabkan penyakit dengan sifat-sifat kehidupannya yang khas. Walaupun di bidang lain mikroorganisme tampil merugikan, tetapi perannya yang menguntungkan jauh lebih menonjol. Menurut Schlegel ( 1994) beberapa bukti mengenai peranan mikrobiologi dapat dikemukakan sebagai berikut:

Proses klasik menggunakan mikroorganisme

Di Jepang dan Indonesia sudah sejak zaman dahulu kacang kedelai diolah dengan menggunakan bantuan fungi, ragi, dan bakteri asam laktat. Bahkan sudah sejak zaman perang dunia pertama fermentasi terarah dengan ragi digunakan untuk membuat gliserin. Asam laktat dan asam sitrat dalam jumlah besar yang diperlukan oleh industri makanan, masing-masing dibuat dengan pertolongan bakteri asam laktat dan cendawan Aspergillus niger.

Produk Antibiotika

Penemuan antibiotik telah menghantarkan pada terapi obat dan industri obat ke era baru. Karena adanya penemuan penisilin dan produk-produk lain sekresi fungi, aktinomiset, dan bakteri lain, maka kini telah tersedia obat-obat yang manjur untuk memerangi penyakit infeksi bakteri.

Proses menggunakan mikroba

Fermentasi klasik telah diganti dengan cara baru untuk produksi dan konversi menggunakan mikroba. Senyawa karotenoid dan steroid diperoleh dari fungi. Sejak ditemukan bahwa Corynebacterium glutamicum memproduksi glutamat dengan rendemen tinggi dari gula dan garam amonium, maka telah diisolasi berbagai mutan dan dikembangkan proses baru yang memungkinkan pembuatan banyak jenis asam amino, nukleotida, dan senyawabiokimia lain dalam jumlah besar. Mikroorganisme juga diikutsertakan oleh para ahli kimia pada katalisis sebagian proses dalam rangkaian sintesis yang panjang; biokonversi oleh mikroba lebih spesifik dengan rendemen lebih tinggi, mengungguli koversi secara kimia; amilase untuk hidrolisis pati, proteinase pada pengolahan kulit, pektinase untuk penjernihan sari buah dan enzim-enzim lain yang digunakan di industri diperoleh dari biakan mikroorganisme.

Posisi monopoli dari mikroorganisme

Beberapa bahan dasar yang terutama tersedia dalam jumlah besar, seperti minyak bumi, gas bumi, dan selulosa hanya dapat diolah oleh mikroorganisme dan dapat mengubahnya kembali menjadi bahan sel (biomassa) atau produk antara yang disekresi oleh sel.

Teknik genetika modern

Kejelasan mengenai mekanisme pemindahan gen pada bakteri dan peran dari unsur-unsur ekstrakromosom, telah membuka kemungkinan untuk memindahkan DNA asing ke dalam bakteri. Manipulasi genetik memungkinkan untuk memasukkan sepotong kecil pembawa informasi genetik dari manusia ke dalam bakteri sehingga terjadi sintesis senyawa protein yang bersangkutan. Kegiatan ini sering dilakukan dalam hal pembuatan hormon, antigen, dan antibodi.

Berdasarkan penjelasan di atas, mikroorganisme memiliki peranan yang cukup besar dalam kehidupan, baik peranan yang merugikan maupun yang menguntungkan.

Beberapa peranan yang dimiliki oleh mikroorganisme antara lain sebagai berikut:

Peranan yang Merugikan

Penyebab penyakit, baik pada manusia, hewan maupun tumbuhan

Misalnya Strptococcus pneumoniae penyebab pneumonia dan Corynebacterium diphtheriae penyebab dipteri.

Penyebab kebusukan makanan (spoilage)

Adanya kebusukan pada makanan dapat disebabkan oleh beberapa jenis bakteri yang tumbuh dalam makanan tersebut. Beberapa di antara mikroorganisme dapat mengubah rasa beserta aroma dari makanan sehingga dianggap merupakan mikroorganisme pembusuk. Dalam pembusukan daging, mikroorganisme yang menghasilkan enzim proteolitik mampu merombak protein-protein. Pada proses pembusukan sayur dan buah, mikroorganisme pektinolitik mampu merombak bahan-bahan yang mengandung pektin yang terdapat pada dinding sel tumbuhan (Tarigan, 1988). Mikroorganisme seperti bakteri, khamir (yeast) dan kapang (mould) dapat menyebabkan perubahan yang tidak dikehendaki pada penampakan visual, bau, tekstur atau rasa suatu makanan. Mikroorganisme ini dikelompokkan berdasarkan tipe aktivitasnya, seperti proteolitik, lipolitik, dll. Atau berdasarkan kebutuhan hidupnya seperti termofilik, halofilik, dll.

Penyebab keracunan makanan (food borne disease).

Kusnadi, dkk (2003) menjelaskan bahwa bakteri penghasil racun (enterotoksin atau eksotoksin) dapat mencemari badan air, misalnya spora Clostridium perfringens, C. Botulinum, Bacillus cereus, dan Vibrio parahaemolyticus. Spora dapat masuk ke dalam air melalui debu/tanah, kotoran hewan, dan makanan-limbah. Jika makanan atau minuman dan air bersih tercemari air tersebut, maka dalam keadaan yang memungkinkan, bakteri tersebut akan mengeluarkan racun sehingga makanan atau minuman mengandung racun dan bila dikonsumsi dapat menyebabkan keracunan makanan. Bahkan menurut Dwidjoseputro (2005) pada makanan yang telah dipasteurisasi pun juga dapat mengandung racun (toksin) . Makanan yang telah dipasteurisasi kemudian terus menerus disimpan di dalam kaleng pada temperatur kamar, dapat mengandung racun yang berasal dari Clostridium botulinum. Spora-spora dari bakteri ini tidak mati dalam proses pasteurisasi. Dalam keadaan tertutup (anaerob) dan suhu yang menguntungkan, maka spora-spora tersebut dapat tumbuh menjadi bakteri serta menghasilkan toksin. Racun yang dihasilkan tidak mengganggu alat pencernaan, melainkan mengganggu urat saraf tepi.

Menimbulkan pencemaran

Materi fekal yang masuk ke dalam badan air, selain membawa bakteri patogen juga akan membawa bakteri pencemar yang merupakan flora normal saluran pencernaan manusia, misalnya E. coli. Kehadiran bakteri ini dapat digunakan sebagi indicator pencemaran air oleh materi fekal.

Peranan yang Menguntungkan

Banyak yang menduga bahwa mikroorganisme membawa dampak yang merugikan bagi kehidupan hewan, tumbuhan, dan manusia, misalnya pada bidang mikrobiologi kedokteran dan fitopatologi banyak ditemukan mikroorganisme yang pathogen yang menyebabkan penyakit dengan sifat-sifat kehidupannya yang khas. Meskipun demikian, masih banyak manfaat yang dapat diambil dari mikroorganisme-mikroorganisme tersebut. Penggunaan mikroorganisme dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan, saperti bidang pertanian, kesehatan, dan lingkungan. Beberapa manfaat yang dapat diambil antara lain sebagai berikut:

Bidang pertanian

Dalam bidang pertanian, mikroorganisme dapat digunakan untuk peningkatan kesuburan tanah melalui fiksasi N2, siklus nutrien, dan peternakan hewan. Nitrogen bebas merupakan komponen terbesar udara. Unsur ini hanya dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan dalam bentuk nitrat dan pengambilan khususnya melalui akar. Pembentukan nitrat dari nitrogen ini dapat terjadi karena adanya mikroorganisme. Penyusunan nitrat dilakukan secara bertahap oleh beberapa genus bakteri secara sinergetik.

Dalam Dwidjoseputro (2005) dijelaskan bahwa ada beberapa genera bakteri yang hidup dalam tanah (misalnya Azetobacter, Clostridium, dan Rhodospirillum) mampu untuk mengikat molekul-molekul nitrogen guna dijadikan senyawa-senyawa pembentuk tubuh mereka, misalnya protein. Jika sel-sel itu mati, maka timbullah zat-zat hasil urai seperti CO2 dan NH3 (gas amoniak). Sebagian dari amoniak terlepas ke udara dan sebagian lain dapat dipergunakan oleh beberapa genus bakteri (misalnya Nitrosomonas dan Nitrosococcus) untuk membentuk nitrit. Nitrit dapat dipergunakan oleh genus bakteri yang lain untuk memperoleh energi daripadanya. Oksidasi amoniak menjadi nitrit dan oksidasi nitrit menjadi nitrat berlangsung di dalam lingkungan yang aerob. Peristiwa seluruhnya disebut nitrifikasi. Pengoksidasian nitrit menjadi nitrat dilakukan oleh Nitrobacter.

Proses nitrifikasi ini dapat ditulis sebagai berikut:

2NH3 + 3O2 ­­­­­­­­­­­­­­­­­ Nitrosomonas, Nitrosococcus 2HNO2 + 2H2O + energi

2HNO2 + O2 Nitrobacter 2HNO3 + energi

­ Selain itu, mikroorganisme ini juga dapat digunakan sebagai agen pembusuk alami, yang akan mendekomposisi sampah-sampah organik menjadi materi inorganik sehingga dapat mengurangi kuantitas sampah, menyuburkan tanah dan dapat menjadi sumber nutrisi bagi tumbuhan (Anonim a, 2006). Seorang peneliti dari Amerika Serikat yaitu Waksman telah menemukan mikroorganisme tanah yang menghasilkan streptomisin, yaitu bakteri Streptomyces (Dwidjoseputro, 2005).

Peran lain mikroba dalam bidang pertanian antara lain dalam teknologi kompos bioaktif dan dalam hal penyediaan dan penyerapan unsur hara bagi tanaman(biofertilizer). Kompos bioaktif adalah kompos yang diproduksi dengan bantuan mikroba lignoslulotik unggul yang tetap bertahan di dalam kompos dan berperan sebagai agensia hayati pengendali penyakit tanaman. Teknologi kompos bioaktif ini menggunakan mikroba biodekomposer yang mampu mempercepat proses pengomposan dari beberapa bulan menjadi beberapa minggu saja. Mikroba akan tetap hidup dan aktif di dalam kompos, dan ketika kompos tersebut diberikan ke tanah, mikkroba akan berperan untuk mengendalikan organisme.

Dalam hal penyediaan dan penyerapan unsur hara bagi tanaman(biofertilizer), aktivitas mikroba diperlukan untuk menjaga ketersediaan tiga unsur hara yang penting bagi tanaman antara lain, Nitrogen (N), fosfat (P), dan kalim (K). Kurang lebih 74% kandungan udara adalah N. Namun, N udara tersebut harus ditambat oleh mikroba dan diubah bentuknya terlebih dahulu agar bisa langsung dimanfaatkan oleh tanaman. Mikroba penambat N ada yang hidup bebas dan ada pula yang bersimbiosis. Mikroba penambat N simbiotik antara lain : Rhizobium sp yang hidup di dalam bintil akar tanaman kacang-kacangan ( leguminose ). Mikroba penambat N non-simbiotik misalnya: Azospirillum sp dan Azotobacter sp. Mikroba penambat N simbiotik hanya bisa digunakan untuk tanaman leguminose saja, sedangkan mikroba penambat N non-simbiotik dapat digunakan untuk semua jenis tanaman.

Mikroba tanah lain yang berperan dalam penyediaan unsur hara adalah mkroba pelarut unsur fosfat (P) dan kalium (K). Kandungan P yang cukup tinggi (jenuh) pada tanah pertanian kita, sedikit sekali yang dapat digunakan oleh tanaman karena terikat pada mineral liat tanah. Di sinilah peran mikroba pelarut P yang melepaskan ikatan P dari mineral liat dan menyediakannya bagi tanaman. Banyak sekali mikroba yang mampu melarutkan P, antara lain: Aspergillus sp, Penicillium sp, Pseudomonas sp dan Bacillus megatherium. Mikroba yang berkemampuan tinggi melarutkan P, umumnya juga berkemampuan tinggi dalam melarutkan K.

Mikroba sebagai agen biokontrol. Mikroba yang dapat mengendalikan hama tanaman antara lain: Bacillus thurigiensis (BT), Bauveria bassiana , Paecilomyces fumosoroseus, dan Metharizium anisopliae . Mikroba ini mampu menyerang dan membunuh berbagai serangga hama. Mikroba yang dapat mengendalikan penyakit tanaman misalnya: Trichoderma sp yang mampu mengendalikan penyakit tanaman yang disebabkan oleh Gonoderma sp, JAP (jamur akar putih), dan Phytoptora sp. Beberapa biokontrol yang tersedia di pasaran antara lain: Greemi-G, Bio-Meteor, NirAma, Marfu-P dan Hamago.

Gambar 1. Endomikoriza yang berperan melarutkan P

Gambar 2. Larva serangga yang mati diserang jamur biokontrol

Gambar 3. Bakteri yang unggul dalam melarutkan fosfat

Gambar 4. Jamur yang unggul dalam melarutkan fosfat

Bidang makanan dan industri

Beberapa bahan makanan yang sampai saat ini dibuat dengan menggunakan mikroorganisme sebagai bahan utama prosesnya, misalnya pembuatan bir dan minuman anggur dengan menggunakan ragi, pembuatan roti dan produk air susu dengan bantuana bakteri asam laktat, dan pembuatan cuka dengan bantuan bakteri cuka.

Pengolahan kacang kedelai di beberapa negara banyak yang menggunakan bantuan fungi, ragi, dan bakteri bakteri asam laktat. Bahkan asam laktat dan asam sitrat yang dalam jumlah besar diperlukan oleh industri bahan makanan masing-masing dibuat dengan bantuan asam laktat dan Aspergillus niger (Darkuni, 2001). Beberqapa kelompok mikroorganisme dapat digunakan sebagai indikator kualitas makanan. Mikroorganisme ini merupakan kelompok bakteri yang keberadaannya di makanan di atas batasan jumlah tertentu, yang dapat menjadi indikator suatu kondisi yang terekspos yang dapat mengintroduksi organisme hazardous (berbahaya) dan menyebabkan proliferasi spesies patogen ataupun toksigen. Misalnya E. coli tipe I, coliform dan fekal streptococci digunakan sebagai indikator penanganan pangan secara tidak higinis, termasuk keberadaan patogen tertentu. Mikroorganisme indikator ini sering digunakan sebagai indaktor kualitas mikrobiologi pada pangan dan air.

Tidak semua mikroba yang ada dapat digunakan dalam industri. Menurut Kusnadi, dkk (2003) mikroorganisme industri merupakan organisme yang dipilih secara hati-hati sehingga dapat membuat satu atau banyak produk khusus. Bahkan jika mikroorganisme industri merupakan salah satu yang sudah diisolasi dengan teknik tradisional, mikroorganisme tersebut menjadi organisme yang sangat termodifikasi sebelum memasuki industri berskala besar. Sebagian besar mikroorganisme industri merupakan spesialis metabolik yang secara spesifik mampu menghasilkan metabolit tertentu dalam jumlah yang sangat besar pula. Untuk mencapai spesialisasi metabolik tinggi tersebut, strain industri diubah secara genetika melalui mutasi dan rekombinasi.

Berbagai proses industri digunakan untuk menghasilkan produk mikrobiologi dan dipisahkan menjadi beberapa kategori berdasarkan kecenderungan penggunaan produk akhir sebagai berikut:

Produksi bahan kimia farmasi

Produk yang paling terkenal adalah antibiotika, obat-obatan steroid, insulin, dan interferon yang dihasilkan melalui bakteri hasil rekayasa genetika.

Produksi bahan kimia bernilai komersial

Produk yang termasuk dalam kelompok ini adalah pelarut dan enzim serta berbagai senyawa yang digunakan untuk bahan pemula (starting) untuk industri sintesis senyawa lain.

Produksi makanan tambahan

Produksi massa ragi, bakteri dan alga dari media murah mengandung garam nitrogen anorganik , cepat saji, dan menyediakan sumber protein dan senyawa lain yang sering digunakan sebagai makanan tambahan untuk manusia dan hewan.

Produksi minuman alkohol

Pembuatan beer dan wine dan poduksi minuman alkohol lain yang merupakan proses bioteknologi berskala besar paling tua.

Produksi vaksin

Sel mikroorganisme maupun bagiannya atau produknya dihasilkan dalam jumlah besar dan digunakan untuk produksi vaksin.

Produksi mikroorganisme untuk digunakan sebagai insektisida (biosida)

Pengendalian hama tanaman dengan menggunakan mikroorganisme yang berperan sebagai insektisida. Khususnya untuk spesies tertentu, misalnya Bacillus (B. Larvae, B. Popilliae, dan B. Thurungiensis). Spesies tersebut menghasilkan protein kristalin yang mematikan larva lepidoptera (ngengat, kupu-kupu, kutu loncat), misalnya ulat kubis, ngengat gipsy, dan sarang ulat.

Penggunaanya dalam industri perminyakan dan pertambangan

Sejumlah prosedur mikrobiologi digunakan untuk meningkatkan perolehan kembali logam dari bijih berkadar rendah dan untuk perbaikan perolehan minyak dari sumur-sumur bor.

Bidang kesehatan

Salah satu manfaat mikroorganisme dalam bidang kesehatan adalah dalam menghasilkan antibiotika. Bahan antibiotik dibuat dengan bantuan fungi, aktinomiset, dan bakteri lain. Antibiotik ini merupakan obat yang paling manjur untuk memerangi infeksi oleh bakteri. Beberapa mikroba menghasilkan metabolit sekunder, yang sangat bermanfaat sebagai obat untuk mengendalikan berbagai penyakit infeksi. Sejak dulu dikenal jamur Penicillium yang pertama kali ditemukan oleh Alexander fleming (1928), dapat menghasilkan antibiotika penisilin. Sekarang banyak diproduksi berbagai antibiotik dari berbagai jenis mikroba yang sangat berperan penting dalam mengobati berbagai penyakit. Selain untuk antibiotik, dalam bidang kesehatan mikrorganisme juga dapat digunakan sebagai agen pembusuk di dalam saluran pencernaan alami, yang turut membantu mencerna makanan di dalam saluran pencernaan.

Bidang lingkungan dan energi

Mikroorganisme ini banyak dimanfaatkan untuk bahan bakar hayati (metanol dan etanol), bioremediasi, dan pertambangan. Selain itu, mikroorganisme yang ada di lingkungan berperan dalam perputaran/siklus materi dan energi terutama dalam siklus biogeokimia dan berperan sebagai pengurai (dekomposer). Mikroorganisme tanah berfungsi merubah senyawa kimia di dalam tanah, terutama pengubahan senyawa organik yang mengandung karbon, nitrogen, sulfu, dan fosfor menjadi senyawa anorganik dan bisa menjadi nutrien bagi tumbuhan. Mikroorganisme pada lingkungan alami juga dapat digunakan sebagai indikator baik buruknya kualitas lingkungan, baik perairan ataupun terestrial.

Bidang bioteknologi

Kemajuan bioteknologi, tak terlepas dari peran mikroba.Karena materi genetika mikroba sederhana, sehingga mudah dimanipulasi untuk disisipkan ke gen yang lain. Disamping itu karena materi genetik mikroba dapat berperan sebagai vektor (plasmid) yang dapat memindahkan suatu gen dari kromosom oganisme ke gen organisme lainnya (Anonim b, 2007). Misalnya terapi gen pada penderita gangguan liver. Terapi ini dapat dilakukan secara ex-vivo maupun in-vivo.

Dalam terapi gen ex vivo, sel hati (misalnya) dari pasien yang hatinya telah mengalami kerusakan dipindahkan melalui pembedahan dan perawatan. Kemudian melalui terapi gen akan menyalurkannya dengan menggunakan vektor. Sel-sel hati yang dirubah secara genetik kemudian akan ditransplantasikan kembali dalam tubuh pasien tanpa khawatir akan kegagalan dari proses pencangkokan jaringan tersebut karena sel-sel ini pada awalnya berasal dari pasien.

Strategi terapi gen in vivo meliputi pemasukan gen ke dalam jaringan dan organ di dalam tubuh tanpa diikuti oleh pemindahan sel-sel tubuh. Tantangan utama dalam terapi gen in vivo adalah pengiriman gen hanya terjadi pada jaringan yang diharapkan dan tidak terdapat pada jaringan yang lain. Pada terapi ini, virus digunakan sebagai vektor untuk pengiriman gen (Thieman, 2004).

Beberapa hasil perkembangan bioteknologi lain yang penting dan melibatkan mikroba adalah produksi insulin, tanaman transgenik serta antibodi monoklonal. Antibodi monoklonal (MAbs) merupakan salah satu antibodi murni yang bersifat sangat spesifik dan menjadi peluru ajaib bagi dunia pengobatan.

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas, maka dapat diambil beberapa kesimpulan, antara lain:

Cakupan mikrobiologi dalam kehidupan sangatlah luas, dikarenakan hampir semua sektor kehidupan melibatkan mikrobia di dalamnya, misalnya sektor pertanian, medis, industri, biokimia dan banyak lagi yang lainnya.

Mikrobiologi merupakan cabang dari biologi, mikrobiologi terbagi menjadi beberapa cabang lagi, berdasarkan konsentrasi pokok bahasannya. Pembagian mikrobiologi ini didasarkan pada orientasinya.

Mikroorganisme memiliki banyak peranan dalam kehidupan, baik peranan yang menguntungkan maupun peranan yang merugikan. Salah satu peranannya yang merugikan adalah karena beberapa jenis mikroorganisme dapat menyebabkan penyakit dan menimbulkan pencemaran. Sedangkan peranan yang menguntungkan adalah peranannya dalam meningkatkan kesuburan tanah melalui fiksasi nitrogen, bioremediasi, produksi antibodi, dan lain-lain.

Saran

Saran yang dapat kami berikan antara lain:

Perlu perhatian yang lebih lagi untuk pengembangan ilmu mikrobiologi, mengingat begitu sentral dan pentingnya peranan mikroorganisme di dalam kehidupan.

Perlunya penelitian-penelitian lebih lanjut tentang kehidupan mikroorganisme.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim a. 2006. Pengantar Mikrobiologi, (Online),

(http://www.wanna_share.23s9887_apm.html, diakses tanggal 7 Februari 2008).

Anonim b. 2007. Dunia Mikroba

Darkuni, M. Noviar. 2001. Mikrobiologi (Bakteriologi, Virologi, dan Mikologi). Malang: Universitas Negeri Malang.

Dwidjoseputro, D. 2005. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta: Imagraph.

Kusnadi, dkk. 2003. Mikrobiologi. Malang: JICA.

Schlegel, Hans G, dan Karin Schmidt. 1994. Mikrobiologi Umum edisi keenam. Terjemahan Tedjo Baskoro: Allgemeine Mikrobiologie 6. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Tarigan, Jeneng. 1988. Pengantar Mikrobiologi. Jakarta: Departeman Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.

Thieman, William J, and Michael A. Palladino. 2004. Introduction to Biotechnology. New York: Benjamin Cummings.

Tim Perkamusan Ilmiah, 2005. Kamus Pintar Biologi. Surabaya: Citra Wacana

Judul-judul artikel lainnya:

http://iqbalali.com/
READ MORE - Peran Mikroorganisme dlm Kehidupan >

Meiosis

Posted by Artikel Menarik | 6:43 PM | | 0 comments »

Bagi orang dewasa, salah satu bagian tubuh wanita ini sudah cukup akrab dengan kita.

Jadi saya disini mencoba memfokuskan pada aspek yang jarang diketahui dari vagina, yaitu evolusi dari vagina itu sendiri. Anda juga dapat sekaligus belajar anatomi vagina secara tidak langsung dari pembahasan bagaimana vagina berevolusi dari masa ke masa.

Sebelumnya saya pastikan dulu anda tahu apa vagina itu. Bayangkan dua anak kecil, yang satu perempuan dan satunya lagi laki-laki. Keduanya telanjang. Kemudian ada anda berdiri di sana juga. Sang anak perempuan menunjuk ke kelamin anak laki-laki dan bertanya pada anda, apa itu? Anda menjawab itu penis. Kemudian giliran sang anak laki-laki bertanya sambil menunjuk ke kelamin anak perempuan. Apa itu? Anda menjawab, itu vagina. Salah! Itu bukan vagina, tetapi vulva. Bila sang anak perempuan membuka vulvanya, baru vagina terlihat. Paham kan?
Desain cerdas?

Mari kembali ke analogi. Bayangkan seorang arsitek yang diberi tugas merancang sebuah pusat hiburan yang sangat menyenangkan. Dia punya kekuasaan luar biasa untuk memasang dimana pun ia mau. Tapi ia memilihnya di lokasi tempat pembuangan sampah!

Sel manusia ada dua jenis, sel tubuh (somatik) dan sel kelamin (gamet). Sel somatik memiliki separuh kromosom ibu dan separuh kromosom ayah, sehingga disebut juga sel diploid (dua pasangan kromosom homolog[kromosom 1 ibu dan kromosom 1 ayah, kromosom 2 ibu dan kromosom 2 ayah, dsb). Sel kelamin hanya memiliki separuh dari jumlah kromosom sel somatik yang berupa kromosom gabungan ayah-ibu (kromosom 1 ayah-ibu, kromosom 2 ayah-ibu, dst). Sel kelamin disebut juga sel haploid. Berikut akan dibahas proses pembentukan sel kelamin dari sel tubuh.



Proses pembentukan sel gamet dari sel somatik disebut meiosis. Pembentukan sel dilakukan dengan cara pembelahan sel, sama seperti bakteri. Hanya saja sel induk yang diploid menghasilkan sel anak yang haploid, bukannya diploid. Proses ini terdiri dari dua tahap dan terjadi di dalam organ reproduksi manusia.

Tahap pertama : Pembentukan kromosom gabungan

Kromosom memiliki kromatid. Kromatid yang homolog ini dalam tahap pertama saling terpaut. Di lokasi kromosom saling paut ini, dapat terjadi pindah silang, dimana kromosom pecah dan bergabung dan berubah kombinasinya karena berikatan lagi dengan bagian kromosom homolognya, bukannya bagian asalnya. Terbentuklah kromosom gabungan.

Tahap kedua : Pembelahan reduksi

Kromosom-kromosom homolog bergerak acak. Hasil dari pergerakan acak ini adalah berpusatnya separuh kromosom ke kutub utara sel, dan separuhnya lagi ke kutub selatan sel. Khatulistiwa kemudian terbelah dan terbentuklah dua buah sel. Satu sel berasal dari belahan utara sel induk, satu sel lagi berasal dari belahan selatan sel induk. Setiap sel hanya memuat separuh dari jumlah kromosom sel induk yang telah dilepas-lepas lalu dipasangkan kembali secara acak dalam tahap pertama. Karenanya dua sel kelamin hampir tidak mungkin memiliki kombinasi kromosom yang sama.

Kembali menjadi diploid

Ketika sel gamet ini dilepas lewat ML, maka sel gamet si cowok (spermatozoa) dan sel gamet si cewek (telur) akan bertemu di dalam tubuh si cewek (calon ibu). Jika tidak ada halangan, maka spermatozoa dan telur ini akan melebur kembali. Karena masing-masing adalah haploid maka hasil peleburan akan menjadi diploid lagi dan pada gilirannya menjadi janin. Sel diploid ini akan terus membelah, tapi tidak secara meiosis. Ia membelah biasa menjadi dua sel diploid, terus menerus hingga jadilah bayi. Jreeng, anakpun tercipta.

Karena kombinasi kromosom di tiap sel gamet dapat dikatakan terbentuk secara acak, dan selama prosesnya ada kesalahan yang disebut mutasi, maka hasilnya adalah anak yang murni tidak terprediksi. Walau begitu, tetap saja sang anak ini merupakan gabungan dari sifat kedua orang tuanya, dan sedikit sekali sifat baru yang berasal dari mutasi.

Sumber :

Ernst Mayr. 2001. What Evolution Is.
10. Todar, Kenneth (2008). “The Nature of Bacterial Host-Parasite Relationships in Humans”. Online Textbook of Bacteriology.

11. Robert L. Peck, Leslie M. Cassinari, Christine S. Gavlick. Joy and Evolution. Personal Development Center, 2004

12. Martin Willett. 2007. Sex and Evolution

faktailmiah.com
READ MORE - Meiosis >

Mutasi

Posted by Artikel Menarik | 6:41 PM | | 0 comments »

Mutasi sering disebut-sebut sebagai penyebab evolusi. Apa itu mutasi? Mutasi adalah perubahan DNA anak dari yang seharusnya.



Organisme tanpa mutasi adalah organisme yang DNAnya 100% sama dengan DNA orang tuanya (pada kasus aseksual) atau 100% sama dengan kombinasi DNA kedua orang tuanya (dalam kasus seksual). Dalam realitas ini hampir mustahil terjadi, apalagi pada DNA yang begitu besar. Selalu ada mutasi, dan mutasi ini kemudian diseleksi alam sehingga menjadi beraneka ragam individu, masing-masing punya kesintasannya sendiri-sendiri.

JENIS-JENIS MUTASI

Ada beberapa jenis mutasi, berikut akan dijelaskan satu persatu.

Mutasi penggantian basa

Mutasi penggantian basa terbagi menjadi tiga jenis : misens, nonsens, dan semsens.

Mutasi misens mengubah barisan nukleotida sedemikian hingga satu asam amino digantikan oleh asam amino berbeda dalam protein final. Konsekuensinya tergantung pada apakah asam amino yang dipengaruhi itu esensial bagi fungsi protein. Contoh mutasi misens yang mempengaruhi asam amino esensial adalah mutasi anemia sel sabit. Pada orang yang mengalami anemia sel sabit, barisan GAG pada gen untuk beta globin diubah menjadi GTG. Pada RNA duta beta globin, mutasi ini mengubah kodon GAG yang menyandi asam amino asam glutamik menjadi GUG yang menyandikan valin. Perbedaan asam amino ini menyebabkan perubahan struktur hemoglobin, protein pembawa oksigen dalam sel darah merah yang mengandung dua rantai polipeptida beta globin dan dua alpha globin. Akibatnya, hemoglobin normal tetap larut dalam kondisi fisiologis normal, namun hemoglobin mutan tidak dan mendistorsi bentuk sel darah menjadi berbentuk sabit.

Ilustrasi :

Tanpa mutasi

ATG CCG TGT CAG ATG– DNA

AUG CCG UGU CAG AUG– RNA duta

Met Pro Cys Gln Met– barisan asam amino

Barisan di atas adalah barisan tanpa mutasi, barisan di bawah mengalami mutasi misens (satu kodon diubah menjadi kodon lain yang mencirikan asam amino berbeda, dalam kasus ini, barisan TGT di DNA berubah menjadi TGG dan oleh RNA duta sehingga dipasangkan dengan UGG bukannya UGU lalu diterjemahkan menjadi asam amino Trp bukannya Cys)

ATG CCG TGG CAG ATG– DNA

AUG CCG UGG CAG AUG– RNA duta

Met Pro Trp Gln Met– barisan asam amino

Mutasi semsens atau mutasi diam terjadi ketika satu kodon diubah menjadi kodon lain yang mencirikan asam amino yang sama. Karena asam amino hasil tetap sama, maka tidak ada perubahan nyata yang terjadi pada protein. Makanya ia disebut mutasi diam.

Contoh :

ATG CCG TGC CAG ATG– DNA

AUG CCG UGC CAG AUG– RNA duta

Met Pro Cys Gln Met– barisan asam amino

Bandingkan contoh di atas dengan ilustrasi transkripsi tanpa mutasi sebelumnya. TGT bermutasi menjadi TGC oleh RNA duta sehingga dipasangkan dengan UGC. Tetapi UGC juga merupakan sandi yang sama untuk asam amino Cys sehingga tidak ada perubahan dalam barisan asam amino.

Mutasi nonsens adalah mutasi yang mengubah kodon yang menjadi asam amino tertentu menjadi kodon yang menghentikan pembentukan asam amino (STOP). Ilustrasinya sebagai berikut

ATG CCG TGA CAG ATG– DNA

AUG CCG UGA CAG AUG– RNA duta

Met Pro STOP– barisan asam amino

Mutasi nonsens jelas destruktif karena menghentikan pembuatan asam amino sebelum waktunya. Akibatnya protein menjadi lebih pendek dari seharusnya dan jika protein tersebut penting bagi tubuh, ia bermasalah. Protein yang lebih pendek ini biasanya tidak berfungsi.

Agar lebih jelas berikut mutasi penggantian dari huruf-huruf biasa

TIDAK ADA MUTASI

TIDAK ADE MUTASI



Mutasi penggeseran rangka

Mutasi penggeseran rangka dicirikan oleh bergesernya kerangka pembacaan RNA duta sehingga protein yang terbentuk menjadi sangat berbeda. Perlu diingat kalau RNA duta membaca DNA berdasarkan tiga huruf per tiga huruf. Jika ada satu basa masuk menyelinap ke urutan ini, urutannya menjadi berubah dan proteinnya dapat berubah pula. Mutasi penggeseran rangka yang memasukkan satu basa baru ini disebut juga mutasi adisi.

Ilustrasi tanpa mutasi

ATG ACC GAC GAG ATG AAT – DNA

AUG ACC GAC GAG AUG AAU – RNA duta

Met Thr Asp Glu Met Asn– barisan asam amino

Sekarang kita lakukan mutasi penggeseran rangka dengan memasukkan satu basa C kedalam barisan DNA, tepatnya pada kepala kodon ketiga, GAC sehingga menjadi CGAC, tetapi karena dibaca tiga tiga, maka GAC menjadi CGA dan C diekornya berpindah posisi menjadi kepala untuk kodon keempat.

Ilustrasi mutasi penggeseran rangka

ATG ACC CGA CGA GAT GAA – DNA

AUG ACC CGA CGA GAU GAA – RNA duta

Met Thr Arg Arg Asp Glu – barisan asam amino

Perhatikan kalau urutan asam aminonya menjadi berubah total semenjak Thr.

Jika proteinnya memiliki asam amino yang panjang maka mutasi di awal pembacaan akan sangat berpengaruh pada susunan protein tersebut. Lebih parah lagi jika mutasi penggeseran rangka menyebabkan kemunculan kodon penyandi STOP lebih cepat sehingga protein menjadi tidak berfungsi.

Lawan dari mutasi adisi adalah mutasi delesi. Mutasi delesi menghapus satu basa dari kodon sehingga barisan basa didepannya terjatuh menutupi ruang yang ditinggalkan sang basa. Ilustrasinya sbb:

ATG ACC CGA CGA GAG AAT – DNA

AUG ACC CGA CGA GAG AAU – RNA duta

Met Thr Arg Arg Glu Asn – barisan asam amino

Dalam contoh di atas, kita membuang basa T dari kodon kelima dari ilustrasi mutasi adisi sebelumnya. Akibatnya GAT GAA menjadi GAG AAT. T dalam AAT datang dari basa didepannya bukan dari T yang dihapus. Hasilnya asam amino Asp Glu menjadi asam amino Glu Asn.

Mutasi Kromosom

Mutasi kromosom ada empat jenis :

Mutasi delesi – perubahan kromosom dimana satu atau lebih gen atau potongan DNA kromosom lenyap

Contoh : lenyapnya segmen DE dari ABCDEFG menjadi ABCFG

Mutasi duplikasi – perubahan kromosom dimana satu atau lebih salinan sebuah gen hadir di kromosom yang sama

Contoh : bergandanya segmen C dari ABCDEFG menjadi ABCCDEFG

Mutasi inversi – perubahan kromosom dimana sebuah segmen DNA dilepas dan berotasi 180 derajat sebelum masuk kembali ke DNA

Contoh : berputarnya CDEF menjadi FEDC sehingga dari ABCDEFG menjadi ABFEDCG

Mutasi translokasi – pertukaran segmen kromosom antara kromosom nonhomolog

Contoh : dua kromosom ABCDEFG dan STUVWXY bertukar segmen sehingga menjadi ABCVWXY dan STUDEFG

PENYEBAB MUTASI

Mutasi disebabkan beberapa hal sbb:

Ketidakstabilan Basa DNA

Seperti kita ketahui dalam pelajaran kimia, sebuah senyawa dapat memiliki bentuk struktural berbeda, yang dikenal dengan nama isomer. Begitu juga dengan basa DNA. A, C, G, dan T masing-masing memiliki isomernya yang tidak stabil yang disebut tautomer. Tautomer terbentuk ketika satu atom hidrogen berpindah dari satu posisi ke posisi lainnya dalam molekul basa. Bentuk tautomer tidak stabil mengakibatkan mutasi spontan karena tautomer memiliki sifat pemasangan basa berbeda.

Selain karena tautomer, mutasi spontan terjadi karena deaminasi, yaitu kecenderungan basa untuk kehilangan kelompok aminonya.

Agen Kimia atau Fisika

Agen kimia atau fisika yang menyebabkan mutasi disebut mutagen. Mutagen ada banyak jenisnya dan efeknya pada DNA bermacam-macam. Radiasi merupakan contoh mutagen fisika. Mutagen yang paling merusak adalah radiasi karena ia merusak sebuah basa sehingga ia tidak lagi mampu membentuk ikatan hidrogen yang lebih panjang dengan untai komplemennya.

KOREKSI MUTASI

Tidak semua mutasi yang terjadi dapat diteruskan menjadi protein karena kesalahan dalam bahan genetik dapat berpengaruh negatif yang fatal bagi kesintasan individu. Koreksi mutasi dilakukan oleh berbagai jenis enzim dan dalam kasus bakteri dan eukariota tingkat rendah, mutasi yang disebabkan radiasi ultraviolet diperbaiki pula oleh cahaya (radiasi tampak).

Referensi

Raineri, D. 2001. Introduction to Molecular Biology. Blackwell.

faktailmiah.com/
READ MORE - Mutasi >

Vagina

Posted by Artikel Menarik | 6:37 PM | | 0 comments »

Bagi orang dewasa, salah satu bagian tubuh wanita ini sudah cukup akrab dengan kita.

Jadi saya disini mencoba memfokuskan pada aspek yang jarang diketahui dari vagina, yaitu evolusi dari vagina itu sendiri. Anda juga dapat sekaligus belajar anatomi vagina secara tidak langsung dari pembahasan bagaimana vagina berevolusi dari masa ke masa.

Sebelumnya saya pastikan dulu anda tahu apa vagina itu. Bayangkan dua anak kecil, yang satu perempuan dan satunya lagi laki-laki. Keduanya telanjang. Kemudian ada anda berdiri di sana juga. Sang anak perempuan menunjuk ke kelamin anak laki-laki dan bertanya pada anda, apa itu? Anda menjawab itu penis. Kemudian giliran sang anak laki-laki bertanya sambil menunjuk ke kelamin anak perempuan. Apa itu? Anda menjawab, itu vagina. Salah! Itu bukan vagina, tetapi vulva. Bila sang anak perempuan membuka vulvanya, baru vagina terlihat. Paham kan?
Desain cerdas?

Mari kembali ke analogi. Bayangkan seorang arsitek yang diberi tugas merancang sebuah pusat hiburan yang sangat menyenangkan. Dia punya kekuasaan luar biasa untuk memasang dimana pun ia mau. Tapi ia memilihnya di lokasi tempat pembuangan sampah!

Anatomi alat reproduksi wanita

Seberapa cerdaskah itu? Well, demikianlah desain vagina maupun penis. Mereka berdampingan dengan saluran kencing. Pada penis bahkan lebih parah, ia satu tempat. Tapi hal ini masuk akal bila kita melihat dari sisi sejarah, sisi evolusi.

Pada mamalia non therian, seperti platipus, semua saluran pembuangan memiliki satu lubang ke dunia luar, namanya kloaka. Semua bercampur disana, dari tinja, air seni, sperma dan telur. Hal yang sama juga anda temukan pada amfibi, burung/reptil dan monotremata.

Evolusi Vagina

Dan semua menunjukkan perubahan bergradasi dari amfibi menuju burung/reptil dan monotremata. Ini tepat seperti apa yang diramalkan teori evolusi, karena amfibi muncul pertama kali dari ketiga jenis hewan ini. Kalau anda mau membayangkan lebih jauh ke masa lalu yang lebih purba, mulut dan anus bahkan bersatu! Lihat pada Cnidaria.

Jadi, ada suatu saat dalam evolusi dimana vagina, anus dan lubang pipis berpisah. Jelas anus yang lebih dahulu berpisah, kemudian barulah vagina dan lubang pipis yang berpisah. Hal ini jelas bila kita lihat pada kedekatan lokasinya. Sayangnya para ilmuan masih belum dapat menentukan dengan pasti kapan hal tersebut terjadi.

Sebenarnya yang berpisah dari pasangan vagina-lubang pipis adalah Vagina. Vagina adalah sebuah inovasi evolusi. Ia struktur yang sepenuhnya baru dan tidak punya homolog pada amfibi atau reptil. Vagina terbentuk gara-gara adanya rahim. Rahim terbentuk dari salah satu bagian oviduk. Ada seperangkat gen yang telah ditemukan menjadi petunjuk evolusi vagina, tapi kita tidak akan membahas sedalam itu.

So, vagina merupakan salah satu sumber kehidupan keluarga, dari situ sperma masuk ke rahim dan dari situ juga bayi keluar. Saya dapat membayangkan kalau di masa depan, evolusi akan memisahkan antara saluran masuk dan saluran keluar ini. Tapi, hey, dalam hubungan seksual, laki-laki suka memanfaatkan lubang yang lain. Haha, evolusi sulit diprediksi, so anggap saja itu fantasi penulis.

Kembali ke vagina. Vagina mampu membersihkan dirinya sendiri, dan biasanya tidak memerlukan perawatan khusus. Para dokter umumnya melarang tindakan irigasi vagina. Seperti pertanian. Hehe. Yup, dokter umumnya melarang karena vagina yang sehat di koloni oleh bakteri khusus yang melindungi vagina dari mikroba jahat. Kalau mereka tersiram seperti lewat irigasi vagina (douche), vagina bisa diserang jamur jahat, seperti ragi. Untuk memastikan vagina anda sehat, coba di rasa. Kalau asem berarti sehat. Wait, tidak perlu dirasa, dengan pH meter anda bisa tahu tingkat keasaman vagina. Keasaman ini disebabkan oleh asam laktat yang dilepaskan oleh mikroorganisme pelindung tubuh yang mencegah pertumbuhan bakteri jahat dan berbahaya.

Belahan menyamping alat reproduksi wanita

And Now You Understand your sex

Referensi

1. Mary Jane Sherfey. The nature and evolution of female sexuality, Volume 1. Random House, 1972

2.David J. Rothman, Steven Marcus, Stephanie A. Kiceluk. Medicine and Western civilization. Rutgers University Press, 1995

3. PZ Myers. 2007. Evolution of the mammalian vagina

4. Wikipedia. 2010. Douche

5. Wikipedia. 2010. Vagina

6. Association for Psychological Science. “Males Have Adapted To Battle With Competing Sperm.” ScienceDaily 12 February 2007. 16 September 2010 .

7. Wagner GP, Lynch VJ (2005) Molecular evolution of evolutionary novelties: the vagina and uterus of therian mammals. J Exp Zoolog B Mol Dev Evol.

8. Bruce D. Olsen. 2002. Understanding Human Anatomy through Evolution

9. Healthwise. 1995. “Vaginal Problems – Home Treatment”. Women’s Health. WebMD, LLC.


http://www.faktailmiah.com/
READ MORE - Vagina >

Kromosom Kelamin Manusia

Posted by Artikel Menarik | 6:30 PM | | 0 comments »

Sekarang lagi gencar-gencarnya berita tentang laki-laki kawin dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan, dsb. Kita terbiasa berpikir biner sehingga menurut kita yang ada hanya laki-laki dan perempuan. Tapi bila kita melihat pada genetika manusia, fakta ilmiah berkata lain.



Seperti kita ketahui, perempuan memiliki kromosom XX (dua kromosom X) dan laki-laki memiliki kromosom XY (satu kromosom X dan satu Y). Pada saat ML, cowok mengeluarkan sel sperma haploid, yang artinya hanya mengandung kromosom X atau kromosom Y. Begitu juga cewek, hanya mengeluarkan sel telur haploid. Tapi karena cewek hanya punya kromosom X, jadi tetap saja sel telur yang ada berkromosom X. Dari hasil pembuahan, janin yang memperoleh kromosom Y dari ayah, akan menjadi laki-laki. Bila janin mendapat kromosom X, bukannya Y dari ayah, maka yang jadi adalah perempuan.

Tapi ada persentase kecil dimana anak mendapatkan kromosom yang rusak atau bahkan tidak berkromosom XX atau XY.

A. Kromosom Rusak

Obsesi Memutilasi Diri

Nama ilmiah : Sindrom Lesch-Nyhan

Genotipe : XY

Penyebab : mutasi titik di gen HGPRT yang ada di kromosom X

Salah satu perbedaan pada kromosom X yang paling mengerikan adalah sindrom Lesch-Nyhan. Sindrom ini terjadi selalu pada laki-laki. Alasannya karena kromosom X pada laki-laki hanya ada satu, sementara pada perempuan ada dua. Bila kromosom X pada perempuan rusak, dia selalu punya penggantinya, yaitu di kromosom X kedua. Anak penderita sindrom Lesch-Nyhan mengalami disfungsi syaraf yang mendorongnya untuk mual dan melukai dirinya sendiri. Tindakan menyakiti diri ini kadang ekstrim, seperti menggigiti jari dan bibir, menyiram badan dengan air panas dan bahkan menikam mata atau wajahnya dengan benda tajam. Mereka merasakan sakit, tapi tidak mampu mengendalikan perbuatannya. Sindrom ini disebabkan mutasi titik di gen penyandi HGPRT (Hiposantin Guanin PhosphoRiboSiltransferase).

Ambiguitas Seksual

Nama ilmiah : Disgenesis gonad

Genotipe : XY

Penyebab : berbagai kelainan pada gen TDF di kromosom Y

Perbedaan pada kromosom Y yang sekali lagi, hanya terjadi pada laki-laki, adalah ambiguitas seksual. Kerusakan pada gen TDF (Testis Determining Factor) menyebabkan beberapa kemungkinan tergantung pada daerah mana dalam gen yang berbeda. Kemungkinan ini antara lain:

1. Fisik laki-laki tapi memiliki penis sangat kecil (mikropenis)

2. Fisik perempuan (lengkap dengan vagina) namun memiliki kromosom XY

3. Bentuk kelamin yang ambigu antara penis dan vagina

4. Fisik laki-laki (lengkap dengan penis) namun memiliki kromosom XX (kromosom Y berubah menjadi X karena meiosis abnormal)

B. Kromosom Seks Tunggal

Individu X0

Fenotipe : perempuan

Gejala : Sindrom Turner

Penyebab : Hanya memiliki satu kromosom kelamin dan kromosom itu adalah kromosom X

Ciri-ciri :

1. Perawakan pendek

2. Indung telur rusak

3. Leher bergelambir

4. Pembengkakan tangan dan kaki

5. Penyempitan aorta

C. Kromosom Tiga

Trisomi XXX

Fenotipe perempuan. Gejala klinis ringan walau sering mencakup kesulitan belajar atau kemandulan parsial

Individu XXY

Fenotipe laki-laki dengan gejalanya disebut Sindrom Klinefelter. Berperawakan jangkung, kurus dan biasanya mandul.

Individu XYY

Fenotipe laki-laki. Gejala ringan dan biasanya tidak terdeteksi.

D. Individu dengan dua kelamin

Individu memiliki dua tipe sel, satu laki-laki dan satu perempuan. Disebut hermafrodisme sejati, karena testis dan indung telur sama –sama berkembang pada satu individu. Hal ini disebabkan khimerisme XX/XY yaitu pembuahan ganda pada saat janin. Individu yang terbentuk seharusnya dua yaitu kembar yang terdiri dari laki-laki dan perempuan, namun terjadi gagal membelah sehingga sel XX dan XY tercampur.





Referensi

John C Avise. 2001. The Genetic Gods: Evolution and Belief in Human Affairs. Diterjemahkan dengan judul: Kuasa Gen atas Takdir Manusia oleh Leinovar Bahfein, dan diterbitkan oleh Serambi, Hal.112-117

http://www.faktailmiah.com/
READ MORE - Kromosom Kelamin Manusia >

Mitosis

Posted by Artikel Menarik | 6:25 PM | | 0 comments »

Mitosis adalah bentuk pembelahan sel menghasilkan sel anak diploid. Ini artinya, mitosis tidak terjadi pada sel kelamin, tetapi terjadi pada sel tubuh atau sel somatik.



Kita sebelumnya telah membahas mengenai meiosis, sekarang kita akan membahas tentang mitosis. Mitosis terdiri atas beberapa fase yaitu profase, metafase, anafase, dan telofase.

Profase

Mitosis diawali dengan penggumpalan kromosom. Dua badan silindris kecil bernama sentriol mengatur proses profase. Sentriol berada di luar inti sel hewan (namun tidak ada pada sebagian besar tumbuhan tingkat tinggi). Sentriol mulai bergerak ke ujung-ujung berlawanan sel. Saat ini terjadi, DNA yang merupakan penyusun utama kromosom mulai melintir. Selama proses ini, kromosom menjadi jelas sementara nukleoli menjadi tidak jelas. Di dalam nukleoli terjadi produksi ribosom; selama mitosis, ketika kromosom memadat, produksi ribosom lenyap.

Ketika terbentuk, kromosom berinteraksi dengan medium sekitarnya. Agar pembelahan sel terjadi, kromosom yang sudah tereplikasi harus ditarik. Namun ini tidak dapat terjadi hingga kromosom berkondensasi.


Ketika telah memuntir kembali, kromosom menjadi berbentuk X. Bentuk X terdiri dari dua kromatid identik, masing-masing berpegangan dengan yang lain lewat sebuah sentromer. Salah satu kromatid ini disalin dari yang lain selama interfase, ketika replikasi terjadi.

Sementara kromosom memuntir kembali, nukleoli dan selubung inti lenyap. Di saat yang sama, sederetan mikrotubula membentuk simpul. Simpul adalah pengelompokan mikrotubula karakteristik yang terjadi saat pembelahan inti. Ia membantu membariskan dan menggerakkan kromosom. Selama tahap awal komposisi simpul, mikrotubula memancar di sekeliling tiap sentriol, menciptakan formasi yang disebut aster. Walaupun sebagian besar tanaman tingkat tinggi tidak memiliki sentriol, mereka tetap membentuk serat simpul pada profase (namun aster tidak terbentuk). Serat simpul adalah mikrotubula yang menyusun aparat mitosis yang bernama simpul.

Selama profase, kromosom bergerak menuju bagian tengah atau khatulistiwa sel. Pada akhir profase, selaput inti tidak lagi terlihat; ia telah luntur.

Metafase

Metafase hanya berlangsung selama semua kromosom tetap berbaris di khatulistiwa. Sentromer telah terbagi menjadi dua. Masing-masing tertempel pada salah satu dari dua kromosom dari pasangannya. Kromosom individual disebut homolog, dan bersama-sama, kedua kromosom dalam satu pasang disebut kromosom homolog.

Anafase

Anafase bermula ketika dua set lengkap kromosom mulai bergerak menuju ujung simpul berlawanan arah. Tiap kromosom seolah diseret sepanjang sentromernya, yang tertempel ke serat simpul. Pembelahan sitoplasma, atau sitokinesis, mulai pada akhir anafase.

Telofase

Telofase adalah tahap terakhir mitosis. Ia terjadi ketika sitoplasma terpisah dalam dua bagian sel, sementara selaput plasma sel tertusuk dari kedua sisi, menciptakan dua sel berbeda. Saat ini terjadi, tiap set kromosom mencapai kutubnya masing-masing, dimana selaput inti terbentuk, menutupi kromosom. Kromosom kemudian melepas puntirannya, sementara nukleolus kembali muncul. Setelah sitokinesis selesai, sentriol baru terbentuk. Kita telah mendapatkan dua sel baru.

Sumber

Garber, S.D. 2002. Biology: A Self-Teaching Guide, 2nd Edition. John Wiley and Sons, Inc.

http://www.faktailmiah.com/
READ MORE - Mitosis >

Faktailmiah.com..Kami telah menunjukkan bahwa adalah mungkin untuk meniru tidak hanya molekul seperti DNA atau RNA seluler, tetapi juga struktur terpisah yang pada prinsipnya dapat mengasumsikan berbagai bentuk, memiliki banyak fitur fungsional yang berbeda, dan dikaitkan dengan berbagai jenis spesies kimiawi."

Para ilmuwan New York University telah mengembangkan struktur buatan yang mampu mereplikasi diri, sebuah proses yang berpotensi menghasilkan jenis bahan baru. Di alam, replikasi-diri terjadi pada semua entitas hidup, tapi replikasi-diri buatan adalah hal yang sulit. Penemuan baru ini menjadi langkah pertama menuju proses umum bagi replikasi-diri dari berbagai macam benih rekayasa yang berubah-ubah. Benih-benih tersebut terbuat dari motif keramik DNA yang berfungsi sebagai huruf-huruf yang diatur untuk membentuk sebuah kata tertentu. Proses replikasi ini mempertahankan urutan huruf dan bentuk benih, dan dengan demikian informasinya diperlukan untuk menghasilkan generasi selanjutnya.

Studi ini, yang dilakukan oleh para peneliti di Departemen Kimia dan Fisika dan Pusat untuk Penelitian Soft Matter NYU, muncul dalam edisi terbaru jurnal Nature.

Proses ini menjanjikan banyak bagi penciptaan material baru. DNA merupakan entitas fungsional kuat yang mampu menyusun diri dan molekul-molekul lain ke dalam struktur yang kompleks. DNA baru-baru ini juga telah digunakan untuk mengatur materi anorganik, seperti partikel logam. Penciptaan kembali jenis perakitan oleh para ilmuwan NYU di laboratorium membawa prospek bagi pengembangan bahan-bahan replikasi-diri yang memiliki berbagai pola dan yang mampu melakukan berbagai fungsi.

Terobosan para peneliti NYU yang telah dicapai ini adalah replikasi dari sebuah sistem yang berisi informasi yang kompleks. Dengan demikian, replikasi dari bahan ini, seperti halnya DNA dalam sel, tidak terbatas pada pola-pola yang berulang.

Untuk menunjukkan proses replikasi-diri, para ilmuwan NYU menciptakan motif keramik DNA buatan – pendek, diatur dalam skala nanometer DNA. Setiap keramik berfungsi sebagai huruf – A atau B – yang mengenali dan mengikat untuk melengkapi huruf A’ atau B’.

Dalam dunia alami, proses replikasi DNA melibatkan pencocokan komplementer di antara basis – adenin (A) berpasangan dengan timin (T) dan guanin (G) berpasangan dengan sitosin (C) – untuk membentuk heliks ganda. Sebaliknya, para peneliti NYU mengembangkan keramik atau motif buatan, yang disebut BTX (molekul-molekul heliks tripel melengkung yang mengandung tiga DNA heliks ganda), dengan masing-masing BTX terdiri dari molekul 10 strain DNA. Tidak seperti DNA, kode BTX tidak terbatas pada empat huruf – pada prinsipnya, dapat berisi banyak huruf dan keramik yang berbeda di mana pasangannya digunakan untuk komplementer empat strain DNA tunggal, atau “berakhir lengket”, pada setiap keramik, untuk membentuk sebuah enam bundel heliks.

Dalam rangka mencapai replikasi-diri dari susunan keramik BTX, sebuah kata benih diperlukan untuk mengkatalisis beberapa generasi susunan-susunan yang identik. Benih BTX terdiri dari urutan tujuh keramik – kata tujuh-huruf. Untuk mewujudkan proses replikasi-diri, benih ditempatkan dalam larutan kimia, di mana hal ini merakit keramik-keramik komplementer untuk membentuk sebuah “susunan BTX putri” – sebuah kata komplementer.

Susunan putri ini lalu dipisahkan dari benih dengan memanaskan solusi hingga ~ 40 oC. Proses ini kemudian diulang. Susunan putri mengikat dengan keramik komplementer untuk membentuk sebuah “susunan cucu”, sehingga mencapai replikasi-diri material dan informasi dalam benih – dengan demikian mereproduksi urutan dalam kata benih yang asli. Secara signifikan, proses ini berbeda dengan proses replikasi yang terjadi dalam sel, karena tidak terdapat komponen biologis, terutama enzim, yang digunakan dalam pelaksanaannya – bahkan DNA-nya adalah sintetis.

“Ini merupakan langkah pertama dalam proses menciptakan bahan buatan yang mereplikasi diri dari komposisi yang berubah-ubah,” kata Paul Chaikin, seorang profesor Departemen Fisika di NYU dan salah satu penulis pendamping dalam studi. “Tantangan berikutnya adalah menciptakan suatu proses di mana terjadinya replikasi-diri tidak hanya untuk beberapa generasi, tetapi cukup lama untuk bisa menunjukkan pertumbuhan eksponensial.”

“Sementara metode replikasi kami ini membutuhkan beberapa bahan kimia dan siklus pengolahan termal, kami telah menunjukkan bahwa adalah mungkin untuk meniru tidak hanya molekul seperti DNA atau RNA seluler, tetapi juga struktur terpisah yang pada prinsipnya dapat mengasumsikan berbagai bentuk, memiliki banyak fitur fungsional yang berbeda, dan dikaitkan dengan berbagai jenis spesies kimiawi,” tambah Nadrian Seeman, seorang profesor Departemen kimia di NYU dan penulis pendamping dalam studi.

Penelitian ini didukung pendanaan dari W.M. Keck Foundation, Program MRSEC dari National Science Foundation, National Institute of General Medical Sciences, Army Research Office, NASA, serta Office of Naval Research.

Kredit: New York University
Jurnal: Tong Wang, Ruojie Sha, Rémi Dreyfus, Mirjam E. Leunissen, Corinna Maass, David J. Pine, Paul M. Chaikin, Nadrian C. Seeman. Self-replication of information-bearing nanoscale patterns. Nature, 2011; 478 (7368): 225 DOI: 10.1038/nature10500
READ MORE - Ilmuwan Ciptakan Proses Replikasi-Diri Buatan: Berpotensi bagi Produksi Material Baru >

Klasifikasi Mahluk Hidup | Pembagian Kingdom

Posted by Artikel Menarik | 11:43 PM | | 0 comments »

Sistem Klasifikasi Enam Kingdom (Menurut Woese tahun 1977)
Semula para ahli hanya mengelompokkan makhluk hidup menjadi 2 kerajaan, yaitu kerajaan tumbuhan dan kerajaan hewan. Dasar para ahli mengelompokkan makhluk hidup menjadi 2 kerajaan :
Kenyataan bahwa sel kelompok tumbuhan memiliki dinding sel yang tersusun dari selulosa.
Tumbuhan memiliki klorofil sehingga dapat membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis dan tidak dapat berpindah tempat dan hewan tidak memiliki dinding sel sementara hewan tidak dapat membuat makanannya sendiri, dan umumnya dapat berpindah tempat.
Namun ada tumbuhan yang tidak dapat membuat makanannya sendiri, yaitu jamur (fungi). Berarti, tumbuhan berbeda dengan jamur maka para ahli taksonomi kemudian mengelompokkan makhluk hidup menjadi tiga kelompok, yaitu Plantae (tumbuhan), Fungi (jamur), dan Animalia (hewan).
Setelah para ahli mengetahui struktur sel (susunan sel) secara pasti, makhluk hidup dikelompokkan menjadi empat kerajaan, yaitu Prokariot, Fungi, Plantae, dan Animalia, Pengelompokan ini berdasarkan ada tidaknya membran inti sel. Sel yang memiliki membran inti disebut sel eukariotik, sel yang tidak memiliki membran inti disebut sel prokariotik.
Pada tahun 1969 Robert H. Whittaker mengelompokkan makhluk hidup menjadi lima kingdom, yaitu Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia. Pengelompokan ini berdasarkan pada susunan sel, cara makhluk hidup memenuhi makanannya, dan tingkatan makhluk hidup.
Namun sistem ini kemudian diubah dengan dipecahnya kingdom monera menjadi kingdom Eubacteria dan Archaebacteria.
Penjelasan Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup Enam Kingdom:
Kingdom Eubacteria
Para makhluk hidup di Kingdom Eubacteria berupa makhluk hidup sel tunggal (uniseluler). Makhluk hidup yang dimasukkan dalam kerajaan Eubacteria memiliki sel prokariotik (sel sederhana yang tidak mempunyai kapsul sebagai lapisan terluarnya dan dinding sel didalamnya). Eubacteria juga dikenal dengan istilah bakteria.
Kingdom Archaebacteria
Pada tahun 1977 seorang mikrobiolog bernama Carl Woese dan peneliti lain dari university of Illinois menemukan suatu kelompok bakteri yang memiliki ciri unik dan berbeda dari anggota kingdom Monera lainnya. Kelompok tersebut dinamakan Archaebacteria. Archaebacteria lebih mendekati makhluk hidup eukariot dibandingkan bakteri lain yang merupakan prokraiot. Hal itu menyebabkan terciptanya sistem klasifikasi 6 kingdom pemisah kingdom Archaebacteria dari anggota kingdom Monera lain yang kemudaian disebut Eubacteria. Namun hingga sekarang yang diakui sebagai sistem klasifikasi standar adalah sistem Lima Kingdom yang ditemukan oleh Whittaker.
Makhluk hidup di Kingdom Archaebacteria tidak jauh berbeda dengan yang ada di Kingdom Eubacteria karena mereka dulunya satu Kingdom. Namun Archaebacteria umumnya tahan di lingkungan yang lebih ekstrem.
Kingdom Protista
Makhluk hidup yang dimasukkan dalam kerajaan Protista memiliki sel eukariotik. Protista memiliki tubuh yang tersusun atas satu sel atau banyak sel tetapi tidak berdiferensiasi. Protista umumnya memiliki sifat antara hewan dan tumbuhan. Kelompok ini terdiri dari Protista menyerupai tumbuhan (ganggang), Protista menyerupai jamur, dan Protista menyerupai hewan (Protozoa, Protos: pertama, zoa: hewan). Protozoa mempunyai klasifikasi berdasarkan sistem alat geraknya, yaitu Flagellata/Mastigophora (bulu cambuk, contoh Euglena, Volvox, Noctiluca, Trypanosoma, dan Trichomonas), Cilliata/Infusiora (rambut getar, contoh Paramaecium), Rhizopoda/Sarcodina (kaki semu, contoh Amoeba), dan Sporozoa (tidak mempunyai alat gerak, contoh Plasmodium).
Kingdom Fungi (Jamur)
Fungi memiliki sel eukariotik. Fungi tak dapat membuat makanannya sendiri. Cara makannya bersifat heterotrof, yaitu menyerap zat organik dari lingkungannya sehingga hidupnya bersifat parasit dan saprofit. Kelompok ini terdiri dari semua jamur, kecuali jamur lendir (Myxomycota) dan jamur air (Oomycota). Beberapa kelompok kelas antara lain:
a. kelas Myxomycetes (jamur lendes) contoh nya Physarum policephalius.
b. kelas Phycomycetes (jamur ganggang) contoh nya jamur tempe (Rhizopus oryzae, mucor mue)
Kingdom Plantae (Tumbuhan)
Tumbuhan terdiri dari tumbuhan lumut (Bryophyta), tumbuhan paku (Pteridophyta), tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae), dan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae).
Kingdom Animalia (Hewan)
Hewan memiliki sel eukariotik. Tubuhnya tersusun atas banyak sel yang telah berdiferensiasi membentuk jaringan. Hewan tidak dapat membuat makanannya sendiri sehingga bersifat heterotrof. Kelompok ini terdiri dari semua hewan, yaitu hewan tidak bertulang belakang (invertebrata/avertebrata) dan hewan bertulang belakang (vertebrata).
Sistem Klasifikasi 6 Kingdom
Pada tahun 2004, seorang ilmuwan, Thomas Cavalier-Smith mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi k Kingdom juga, namun dengan memisahkan Eukaryota dari Protista yang bersifat autotrof menjadi Kingdom baru, yaitu Chromista.
6 Kingdom menurut Klasifikasi Cavalier-Smith, yaitu:
1). Bacteria
2). Protozoa
3). Chromista
4). Fungi
5). Plantae
6). Animalia
Walaupun sekarang Indonesia sedang berusaha mengadaptasikan klasifikasi Domain, namun klasifikasi menurut ketentuan terakhir (yang terbaru) adalah klasifikasi Cavalier-Smith ini.

Sumber
READ MORE - Klasifikasi Mahluk Hidup | Pembagian Kingdom >

Archaebacteria dan Eubacteria

Posted by Artikel Menarik | 6:55 PM | | 0 comments »

Jika kita amati dengan mikroskop, kebanyakan bakteri mempunyai ukuran dan bentuk yang sama. Akan tetapi, bukti biologi molekuler menunjukkan adanya perbedaan pada RNA ribosom. Pada ahli mikrobiologi membagi bakteri menjadi dua, yaitu Archaebacteria dan Eubacteria. Dengan metode skeunsing gen, Woese dan kawan-kawan membagi kelompok bakteri menjadi Archaebacteria dan Eubacteria.
1. Archaebacteria
Archaebacteria merupakan kelompok bakteri yang menghasilkan gas metan dari sumber karbon yang sederhana, uniseluler, mikroskopik, dinding sel bukan peptidoglikon, dan secara biokimia berbeda dengan Eubacteria.
Selain itu, sifat Archaebacteria yang lain adalah bersifat anaerob, dapat hidup di sampah, tempat-tempat kotor, saluran pencernaan manusia atau hewan, halofil ekstrem, lingkungan bergaram, serta termoplastik pada suhu panas dan lingkungan asam. Archaebacteria dianggap sebagai nenek moyang dari bakteri yang ada sekarang ini.
Archaebacteria mencakup makhluk hidup autotrof dan heterotrof. Archaebacteria terbagi menjadi tiga kelompok sebagai berikut.
a. Bakteri metanogen.
b. Halobakterium. Genus Halobacterium dan Halococcus mencakup bakteri yang halofil ekstrem, bersifat aerob, dan heterotrof. Bakteri genus ini banyak ditemukan di tambak garam laut.
Pada saat terjadi penggandaan sel dari halobakterium yang mengandung karotenoid, air akan berwarna merah intensif. Selain itu, Halobakterium dan Halococcus dapat tumbuh optimum pada larutan NaCl, 3,5 sampai 5 molar, serta mampu memanfaatkan energi cahaya untuk metabolisme tubuhnya.
c. Bakteri termo-asidofil. Dalam kelompok ini, terhimpun Archaebacteri yang bersifat nonmetanogen yang berbeda-beda. Di dalamnya juga terdapat wakil autotrof dan heterotrof, asidofil ekstrem, neurofil, serta aerob dan anaerob.
2. Eubacteria
Eubacteria adalah bakteri yang bersifat prokariot. Inti dan organelnya tidak memiliki membran, bersifat uniseluler, bersifat mikroskopik, serta mempunyai dinding sel yang tersusun dari peptidoglikon. Selnya dapat berbentuk bulat atau batang yang lurus, terpisahpisah atau membentuk koloni berupa rantai, serta bertindak sebagai dekomposer pengurai. Bakteri ini hidup secara parasit dan patogenik.
Akan tetapi, ada pula yang bersifat fotosintetik dan kemoautotrof. Eubacteria menjadi unsur yang sangat penting dalam proses daur ulang nitrogen dan elemen lain. Selain itu, beberapa Eubacteria dapat dimanfaatkan dalam proses industri. Eubacteria terbagi menjadi enam filum, yaitu bakteri ungu, bakteri hijau, bakteri gram positif, Spirochaet, Prochlorophyta, dan Cyanobacteria.
Beberapa Eubacteria bergerak secara peritrik atau tidak bergerak. Beberapa kelas dalam Eubacteria adalah sebagai berikut.
a . Kelas Azotobacteraceae
Ciri-ciri yang dimiliki oleh bakteri kelas Azotobacteraceae adalah sel berbentuk batang, hidup bebas di dalam tanah, mirip sel khamir, dan pada kondisi aerob dapat menambat N2. Misalnya, Azotobacter Chlorococcum, Azotobacter indicus, dan Azotobacter agilis.
b . Kelas Rhizobiaceae
Ciri-ciri bakteri kelas Rhizobiaceae adalah sel berbentuk batang atau bercabang, bersimbiosis dengan legominosae, membentuk bintil akar, dan mengonversi nitrogen udara yang dapat bermanfaat bagi tumbuhan leguminosae. Misalnya, Rhizobium leguminosarum membentuk bintil akar pada akar Lathyrus, Pisum, Vicia; Rhizobium japonicum pada kedelai; Agrobacterium tumefaciens menimbulkan pembengkakan pada akar pohon.
c . Kelas Micrococcaceae
Ciri-ciri bakteri kelas Micrococcaceae adalah sel berbentuk peluru, berbentuk koloni tetrade, serta kubus dan massa tidak beraturan. Contohnya, Sarcia dan Staphyloccus aureus yang bersifat patogen serta dapat menimbulkan berbagai penyakit.
d . Kelas Enterobacteriaceae
Eubacteria yang terdapat dalam kelas Enterobacteriaceae dapat menimbulkan fermentasi anaerobik pada glukosa atau laktosa, hidup sebagai dekomposer pada serasah atau patogen pada manusia, juga pada saluran pernapasan dan saluran kencing Vertebrata. Contohnya, E. coli yang terdapat di usus besar manusia dan Vertebrata; Salmonela typhosa, yaitu patogen penyebab penyakit tifus; serta Shigella dysenteriae penyebab disentri.
e . Kelas Lactobacillaceae
Sel Lactobacillaceae berbentuk peluru dan dapat menimbulkan fermentasi asam laktat. Contohnya, Lactobacillus caucasicus yang membantu pembuatan yogurt; Streptococcus pyogenes yang dapat menimbulkan nanah atau keracunan darah pada manusia; serta Diplococcus pneumoniae sebagai penyebab pneumonia.
f . Kelas Bacillaceae
Sel Bacillaceae berbentuk batang dan berfungsi sebagai pembentuk endospora. Misalnya, Bacillus antraks penyebab penyakit antraks dan Clostridium pasteurianum, yaitu bakteri anaerob penambat N2.
g. Kelas Neisseriaceae
Sel Neisseriaceae berbentuk peluru dan umumnya berpasangan. Misalnya, Neisseria meningitidis, yaitu bakteri penyebab meningitis; Neisseria gonorrhoeae penyebab penyakit kencing nanah; serta Veillonella parvula berada di mulut dan saluran pencernaan manusia dan hewan.

Sumber
READ MORE - Archaebacteria dan Eubacteria >

ENZIM

Posted by Artikel Menarik | 6:47 PM | | 0 comments »

Enzim adalah biokatalisator organik yang dihasilkan organisme hidup di dalam protoplasma, yang terdiri atas protein atau suatu senyawa yang berikatan dengan protein.
Enzim mempunyai dua fungsi pokok sebagai berikut.
1. Mempercepat atau memperlambat reaksi kimia.
2. Mengatur sejumlah reaksi yang berbeda-beda dalam waktu yang sama.
Enzim disintesis dalam bentuk calon enzim yang tidak aktif, kemudian diaktifkan dalam lingkungan pada kondisi yang tepat. Misalnya, tripsinogen yang disintesis dalam pankreas, diaktifkan dengan memecah salah satu peptidanya untuk membentuk enzim tripsin yang aktif. Bentuk enzim yang tidak aktif ini disebut zimogen.
Enzim tersusun atas dua bagian. Apabila enzim dipisahkan satu sama lainnya menyebabkan enzim tidak aktif. Namun keduanya dapat digabungkan menjadi satu, yang disebut holoenzim. Kedua bagian enzim tersebut yaitu apoenzim dan koenzim.
1. Apoenzim
Apoenzim adalah bagian protein dari enzim, bersifat tidak tahan panas, dan berfungsi menentukan kekhususan dari enzim. Contoh, dari substrat yang sama dapat menjadi senyawa yang berlainan, tergantung dari enzimnya.

2. Koenzim
Koenzim disebut gugus prostetik apabila terikat sangat erat pada apoenzim. Akan tetapi, koenzim tidak begitu erat dan mudah dipisahkan dari apoenzim. Koenzim bersifat termostabil (tahan panas), mengandung ribose dan fosfat.
Fungsinya menentukan sifat dari reaksinya. Misalnya, Apabila koenzim NADP (Nicotiamida Adenin Denukleotid Phosfat) maka reaksi yang terjadi adalah dehidrogenase. Disini NADP berfungsi sebagai akseptor hidrogen.

Koenzim dapat bertindak sebagai penerima/akseptor hidrogen, seperti NAD atau donor dari gugus kimia, seperti AT P (Adenosin Tri Phosfat).

Sifat-sifat Enzim
a. Enzim hanya mengubah kecepatan reaksi, artinya enzim tidak mengubah produk akhir yang dibentuk atau mempengaruhi keseimbangan reaksi, hanya meningkatkan laju suatu reaksi.
b. Enzim bekerja secara spesifik, artinya enzim hanya mempengaruhi substrat tertentu saja.
c. Enzim merupakan protein. Oleh karena itu, enzim memiliki sifat seperti protein. Antara lain bekerja pada suhu optimum, umumnya pada suhu kamar. Enzim akan kehilangan aktivitasnya karena pH yang terlalu asam atau basa kuat, dan pelarut organik. Selain itu, panas yang terlalu tinggi akan membuat enzim terdenaturasi sehingga tidak dapat berfungsi sebagai mana mestinya.
d. Enzim diperlukan dalam jumlah sedikit. Sesuai dengan fungsinya sebagai katalisator, enzim diperlukan dalam jumlah yang sedikit.
e. Enzim bekerja secara bolak-balik. Reaksi-reaksi yang dikendalikan enzim dapat berbalik, artinya enzim tidak menentukan arah reaksi tetapi hanya mempercepat laju reaksi sehingga tercapai keseimbangan. Enzim dapat menguraikan suatu senyawa menjadi senyawa-senyawa lain. Atau sebaliknya, menyusun senyawa-senyawa menjadi senyawa tertentu. Reaksinya dapat digambarkan sebagai berikut.

f. Enzim dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim adalah suhu, pH, aktivator (pengaktif), dan inhibitor (penghambat) serta konsentrasi substrat.
Cara Kerja Enzim
Enzim mengkatalis reaksi dengan cara meningkatkan laju reaksi. Enzim meningkatkan laju reaksi dengan cara menurunkan energi aktivasi (energi yang diperlukan untuk reaksi) dari EA1 menjadi EA2. (Lihat Gambar 2.4). Penurunan energi aktivasi dilakukan dengan membentuk kompleks dengan substrat. Setelah produk dihasilkan, kemudian enzim dilepaskan. Enzim bebas untuk membentuk kompleks baru dengan substrat yang lain.

Enzim memiliki sisi aktif, yaitu bagian enzim yang berfungsi sebagai katalis. Pada sisi ini, terdapat gugus prostetik yang diduga berfungsi sebagai zat elektrofilik sehingga dapat mengkatalis reaksi yang diinginkan. Bentuk sisi aktif sangat spesifik sehingga diperlukan enzim yang spesifik pula. Hanya molekul dengan bentuk tertentu yang dapat menjadi substrat bagi enzim. Agar dapat bereaksi, enzim dan substrat harus saling komplementer.
Enzim memiliki sisi aktif, yaitu bagian enzim yang berfungsi sebagai katalis. Pada sisi ini, terdapat gugus prostetik yang diduga berfungsi sebagai zat elektrofilik sehingga dapat mengkatalis reaksi yang diinginkan. Bentuk sisi aktif sangat spesifik sehingga diperlukan enzim yang spesifik pula. Hanya molekul dengan bentuk tertentu yang dapat menjadi substrat bagi enzim. Agar dapat bereaksi, enzim dan substrat harus saling komplementer.
Cara kerja enzim dapat dijelaskan dengan dua teori, yaitu teori gembok dan anak kunci, dan teori kecocokan yang terinduksi.
a. Teori gembok dan anak kunci (Lock and key theory)
Enzim dan substrat bergabung bersama membentuk kompleks, seperti kunci yang masuk dalam gembok. Di dalam kompleks, substrat dapat bereaksi dengan energi aktivasi yang rendah. Setelah bereaksi, kompleks lepas dan melepaskan produk serta membebaskan enzim.
b. Teori kecocokan yang terinduksi (Induced fit theory)
Menurut teori kecocokan yang terinduksi, sisi aktif enzim merupakan bentuk yang fleksibel. Ketika substrat memasuki sisi aktif enzim, bentuk sisi aktif termodifikasi melingkupi substrat membentuk kompleks. Ketika produk sudah terlepas dari kompleks, enzim tidak aktif menjadi bentuk yang lepas. Sehingga, substrat yang lain kembali bereaksi dengan enzim tersebut.

    
    Sumber
READ MORE - ENZIM >

METABOLISME

Posted by Artikel Menarik | 6:44 PM | | 0 comments »

Makhluk multiseluler, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan tersusun atas jutaan sel. Tiap sel memiliki fungsi tertentu untuk kelangsungan hidup suatu organisme. Untuk menjalankan fungsinya, sel melakukan proses metabolisme. Metabolisme adalah reaksi-reaksi kimia yang terjadi di dalam sel. Reaksi kimia ini akan mengubah suatu zat menjadi zat lain.
Metabolisme terdiri atas dua proses sebagai berikut.
1. Anabolisme
Anabolisme adalah proses-proses penyusunan energi kimia melalui sintesis senyawa-senyawa organik.
2. Katabolisme
Katabolisme adalah proses penguraian dan pembebasan energi dari senyawa-senyawa organik melalui proses respirasi. Semua reaksi tersebut dikatalisis oleh enzim, baik oleh reaksi yang sederhana maupun reaksi yang rumit.
Atau dengan pengertian ain:
Anabolisme adalah pembentukan molekul-molekul kompleks dari molekul sederhana, contoh fotosintesis.
Katabolisme adalah penguraian molekul-molekul kompleks menjadi molekul-molekul sederhana, contoh respirasi.
Metabolisme juga berperan mengubah zat yang beracunmenjadi senyawa yang tak beracun dan dapat dikeluarkan dari tubuh. Proses ini disebut detoksifikasi. Umumnya, hasil akhir anabolisme merupakan senyawa pemula untuk proses katabolisme. Hal itu disebabkan sebagian besar proses metabolisme terjadi di dalam sel. Mekanisme masuk dan keluarnya zat kimia melalui membran sel mempunyai arti penting dalam mempertahankan keseimbangan energi dan materi dalam tubuh. Proses sintesis dan penguraian berlangsung dalam berbagai jalur metabolisme. Adapun hasil reaksi tiap tahap metabolisme merupakan senyawa pemula dari tahap reaksi berikutnya.
Proses metabolisme yang terjadi di dalam sel makhluk hidup seperti pada tumbuhan dan manusia, melibatkan sebagian besar enzim (katalisator) baik berlangsung secara sintesis (anabolisme) dan respirasi (katabolisme). Apa peran enzim di dalam reaksi kimia yang terjadi di dalam sel? Pada saat berlangsungnya peristiwa reaksi biokimia di dalam sel, enzim bekerja secara spesifik. Enzim mempercepat reaksi kimia yang menghasilkan senyawa ATP dan senyawa-senyawa lain yang berenergi tinggi seperti pada proses respirasi, fotosintesis, kemosintesis, sintesis protein, dan lemak.

Sumber
READ MORE - METABOLISME >

Mitokondria

Posted by Artikel Menarik | 6:42 PM | | 0 comments »

Mitokondria adalah badan energi sel yang berisi protein dan benar-benar merupakan "gardu tenaga". "Gardu tenaga" ini mengoksidasi makanan dan mengubah energi menjadi adenosin trifosfat atau ATP. ATP menjadi agen dalam berbagai reaksi termasuk sistesis enzim. Mitokondria penuh selaput dalam yang tersusun seperti akordion dan meluaskan permukaan tempat terjadinya reaksi. (Sumber: Time Life, 1984)
Wikipedia Indonesia, (ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia; diakses pada 22 Agustus 2007) memberi pengertian mitokondria sebagai tempat di mana fungsi respirasi pada makhluk hidup berlangsung. Respirasi merupakan proses perombakan atau katabolisme untuk menghasilkan energi atau tenaga bagi berlangsungnya proses hidup. Dengan demikian, mitokondria adalah "pembangkit tenaga" bagi sel. Oleh karena itu mito kondria sering disebut sebagai “The Power House”.
Mitokondria merupakan penghasil (ATP) karena berfungsi untuk respirasi. Bentuk mitokondria beraneka ragam, ada yang bulat, oval, silindris, seperti gada, seperti raket dan ada pula yang tidak beraturan. Namun secara umum dpat dikatakan bahwa mitokondria berbentuk butiran atau benang. Mitokondria mempunyai sifat plastis, artinya bentuknya mudah berubah. Ukuran seperti bakteri dengan diameter 0,5 – 1 µm. Mitokondria baru terbentuk dari pertumbuhan serta pembelahan mitokondria yang telah ada sebelumnya (seperti pembelahan bakteri). Penyebaran dan jumlah mitokondria di dalam tiap sel tidak sama dari hanya satu hingga beberapa ribu. Pada sel sperma, mitokondria tampak berderet-deret pada bagian ekor yang digunakan untuk bergerak.
 
Gbr. Mitokondria



Studi Kasus:Keterlibatan Mitokondria pada Penyakit Hati
SUARA PEMBARUAN DAILY - Kehidupan dan kematian merupakan dua hal yang selalu terjadi pada setiap sel. Pada kedua hal itu, mitokondria terlibat aktif dan memiliki fungsi yang penting. Untuk kehidupan sel, mitokondria berperan menghasilkan energi yang digunakan untuk melakukan berbagai fungsi sel.
Semua jaringan dan sel yang hidup dengan berbagai derajat yang berbeda menurut fungsi masing-masing memerlukan energi dalam bentuk ATP yang dihasilkan mitokondria melalui proses fosforilasi oksidatif. Disfungsi mitokondria dapat terjadi pada semua sistem organ, maka manifestasi klinik kelainan mitokondria dapat bervariasi menurut organ yang terlibat. Gangguan ini bisa berupa gangguan fungsi sampai kerusakan sistem organ. Hal itu disampaikan oleh dr David Handojo Muljono dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Jakarta dalam suatu seminar tentang Mitokondria.
Dengan berkembangnya imunologi, diketahui bahwa kerusakan hati pada primary biliary cirrhosis (PBC) terjadi karena kerusakan mitokondria akibat antibodi terhadap protein mitokondria. Selanjutnya terungkap bahwa penyakit hati yang disebabkan oleh penimbunan lemak, terjadi melalui kerusakan mitokondria sel hati.
Kelainan mitokondria ini terjadi sebagai akibat peningkatan sintesis asam lemak yang diikuti mekanisme kompensasi sel berupa fat disposal melalui esterifikasi lemak menjadi trigliserida dan oksidasi di tiga organel sel yakni mitokondria, peroksisom dan mikrosom. Kelainan pada mitokondria itu juga terjadi karena pembentukan bahan-bahan yang bersifat toksik terhadap berbagai protein respirasi, fosfolipid dan DNA mitokondria.
Selain akibat penimbunan lemak, kelainan mitokondria pada penyakit hati juga diakibatkan pengaruh obat. Obat merupakan bahan kimia yang bekerja dengan berbagai cara yakni langsung pada reseptor, memodulasi enzim atau berikatan dengan protein sel untuk menimbulkan efek baru. Di lain pihak, hati merupakan organ yang bertugas menetrasisasi bahan-bahan toksik yang memasuki tubuh.
Kegagalan suatu sistem akan menyebabkan akumulasi bahan tertentu yang akan merupakan bahan toksis untuk enzim pada organel tertentu atau pada organel berikutnya.

Sumber
READ MORE - Mitokondria >

Bakteri "Vampire" Pengisap Bakteri

Posted by Artikel Menarik | 11:35 AM | | 0 comments »

Martin Wu/Zhang Wang/University of Virginia Bakteri Micavibrio aeruginosavorus (kuning), menempel pada bakteri Pseudomonas aeruginosavorus (ungu), dikelilingi sel-sel P. aeruginosavorus yang mati (abu-abu).

 Bakteri "vampire" adalah jenis bakteri yang ditemukan 30 tahun laku di instalasi pembuangan limbah. Micavibrio aeruginosavorus, demikian nama asli bakteri itu, dijuluki vampire sebab memiliki kemampuan untuk hidup dengan mengisap nutrisi dari bakteri lain.
Studi terkini oleh ilmuwan dari University of Virginia dengan teknik genetika modern berhasil mengisolasi dan mengurutkan genome bakteri vampire tersebut, membuka beberapa kemungkinan untuk memanfaatkan bakteri itu.
Analisis genetik menguak bahwa Micavibrio aeruginosavorus tidak mampu hidup meskipun ada nutrisi melimpah di sekitarnya. Pasalnya, bakteri ini tidak punya gen yang mengendalikan proses transportasi nutrisi dari dalam ke luar sel. Nutrisi harus didapatkan langsung dari bakteri lain.
Peneliti menemukan bahwa bakteri vampire memiliki gen yang membantu bakteri memproduksi senyawa untuk melekatkan diri ke bakteri lain. Gen itu mengendalikan proses transportasi nutrisi dari bakteri yang dimangsa ke dalam sel Micavibrio aeruginosavorus.
Ketika bakteri vampire melekat ke mangsanya, gen tersebut akan diaktifkan, membangun semacam jembatan antara dua sel. Saat jembatan terbangun inilah nutrisi dari bakteri yang dimangsa akan mengalir ke dalam sel bakteri vampire.
Micavibrio aeruginosavorus dikatakan mampu memangsa banyak jenis bakteri. Dengan demikian, bakteri itu bisa dimanfaatkan untuk membunuh bakteri lain yang berbahaya dan menimbulkan penyakit, misalnya, dimanfaatkan sebagai antibiotik hidup.
"Ahli patologi bisa memanfaatkan bakteri ini untuk melawan api dengan api. Bakteri ini akan memburu dan menyerang bakteri tertentu yang berbahaya bagi manusia," kata Matin Wu, peneliti, seperti dikutip LiveScience, Selasa (1/11/2011) lalu.
"Mungkin bagi antibiotik hidup seperti Micavibrio aeruginosavorus, karena menyerang target spesifik dari patogen tertentu, bisa mengurangi ketergantungan kita pada antibiotik tradisional dan mengurangi masalah resistensi obat yang kita hadapi saat ini," pungkas Wu.
Sumber :

READ MORE - Bakteri "Vampire" Pengisap Bakteri >

BIOLOGI

Posted by Artikel Menarik | 8:53 AM | | 0 comments »

READ MORE - BIOLOGI >

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...