Showing posts with label Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Kuliner. Show all posts

Pecel Masakan Khas Jawa Timur

Posted by Artikel Menarik | 6:26 PM | | 0 comments »


Pecel adalah makanan khas Kota Madiun Jawa Timur Indonesia yang terbuat dari rebusan sayuran berupa bayam, tauge, kacang panjang, kemangi, daun turi, krai (sejenis mentimun) atau sayuran lainnya yang dihidangkan dengan disiram sambal pecel. Konsep hidangan pecel mirip dengan hidangan salad dari Eropa.

Keduanya sama-sama menggunakan sayuran segar sebagai bahan utama dan menggunakan topping. Perbedaanya adalah, jika salad menggunakan mayonaise sebagai topping, maka pecel menggunakan sambel pecel. Bahan utama dari sambal pecel adalah kacang tanah dan cabe rawit yang dicampur dengan bahan lainnya seperti daun jeruk purut, bawang, asam jawa, merica dan garam.


Pecel sering juga dihidangkan dengan rempeyek kacang, rempeyek udang atau lempeng beras. Selain itu pecel juga biasanya disajikan dengan nasi putih yang hangat ditambah daging ayam atau jerohan. Cara penyajian bisa dalam piring atau dalam daun yang dilipat yang disebut pincuk. Masakan ini mirip dengan gado-gado, walau ada perbedaan dalam bahan-bahan yang digunakan. Rasa pecel yang pedas menyengat menjadi ciri khas dari masakan ini.
READ MORE - Pecel Masakan Khas Jawa Timur >

Es Cendol

Posted by Artikel Menarik | 3:21 PM | | 0 comments »

Cendol merupakan minuman khas Indonesia yang terbuat dari tepung beras, disajikan dengan es parut serta gula merah cair dan santan. Rasa minuman ini manis dan gurih. Di daerah Sunda minuman ini dikenal dengan nama cendol sedangkan di Jawa Tengah dikenal dengan nama es dawet.


Berkembang kepercayaan populer dalam masyarakat Indonesia bahwa istilah "cendol" mungkin sekali berasal dari kata "jendol", yang ditemukan dalam bahasa Sunda, Jawa dan Indonesia; hal ini merujuk sensasi jendolan yang dirasakan ketika butiran cendol melalui mulut kala tengah meminum es cendol.

Tepung beras diolah dengan diberi pewarna berwarna hijau dan di cetak melalui saringan khusus, sehingga berbentuk buliran. Pewarna yang digunakan awalnya adalah pewarna alami dari daun pandan, namun saat ini telah digunakan pewarna makanan buatan. Di Sunda cendol dibuat dengan cara mengayak kukusan tepung beras yang diwarnai dengan daun suji dengan ayakan sehingga diperoleh bentuk bulat lonjong yang lancip di ujungnya. Di Sunda minum cendol disebut nyendol.



Minuman ini biasanya disajikan sebagai pencuci mulut atau sebagai makanan selingan. Sesuai disajikan disiang hari..Wisata Kuliner Indonesia Surga Dunia.
READ MORE - Es Cendol >

Kerak Telor pun Diminati Bule

Posted by Artikel Menarik | 2:53 PM | | 0 comments »

Menjadi warga Jakarta rasanya belum afdol jika belum menikmati kerak telor. Jajanan khas warga betawi ini memang sulit ditemukan di dekat perumahan, sebab banyak pedagang memilih mangkal di tempat-tempat ramai dan tempat hiburan seperti pusat perbelanjaan, sekitar Monas dan Senayan.

Salah satu pedagang kerak telor, Yani (30) warga Buncit 10 mengaku berdagang kerak telor di tempat hiburan lebih menguntungkan. "Kalau dagangnya di kampung jarang ada yang beli. Saya suka dagang di daerah senayan atau dekat Hotel Sultan yang banyak tamu bulenya. Orang-orang bule pada doyan kerak telor. Dagangan saya juga paling murah cuma Rp 20 ribu  dibandingin jajanan lainnya kaya hamburger Rp 35 ribu," ungkap Yani.

Yani yang sempat bekerja sebagai karyawan swasta mengaku tidak malu atau risih berdagang kerak telor. Pasalnya dengan berdagang kerak telor dia dapat menjaga makanan khas asli Jakarta itu. Berdagangnya pun dengan alat-alat tradisional.

Beda tempat menjadikan harga sebungkus kerak telor juga berbeda. Di tempat yang banyak orang asing pedagang menarik harga Rp 20 ribu untuk kerak telor dengan telur bebek dan Rp 15 ribu untuk telur ayam.

Sementara Bang Nawi (32), pedagang kerak telor di Setu Babakan menjual sebungkus kerak telur dengan telur bebek hanya 9 ribu rupiah dan dan Rp 7 ribu sebungkus untuk telur ayam. "Kalo di tempat beginian mah ga bisa mahal-mahal, bisa kaga laku," kata Nawi dengan logat Betawi kental.

Pikulan Bang Nawi terlihat penuh dengan jejeran telur bebek dan ayam, serundeng kelapa, dan bumbu masak. Selain itu terlihat juga anglo dan arang untuk memasak kerak telor.

Beginilah urutan ketika Bang Nawi memasak kerak telor. Ketan putih yang sudah direndam air sampai empuk dimasak dalam wajan di atas anglo dengan arang membara hingga setengah matang. Kemudian telur dikocok dan diratakan dipermukaan wajan. Tak lama terlihatlah adonan mirip omelet kering di atas wajan. Tangan Bang Nawi terlihat cekatan ketika mengipas dan membalik wajan agar kerak benar-benar kering.

Setelah jadi, kerak telor ditaburi serundeng dan bawang merah goreng. Wangi aroma bawang bertemu ketan dan telur kering panas menggoda selera apalagi kalau dimakan selagi hangat. Gurih dan krenyes-krenyes. Memang sudah semestinya jika semua jenis jajanan tradisional, termasuk kerak telor dijaga kelestariannya.
READ MORE - Kerak Telor pun Diminati Bule >

Bir Halal Orang Betawi

Posted by Artikel Menarik | 12:48 PM | | 0 comments »

Minuman ini terbuat dari rempah-rempah. Tapi, mengapa disebut bir?

Bir dengan stempel halal, sudah barang pasti sulit mencarinya. Tapi lain ceritanya jika Anda mencari minuman itu di perkampungan Betawi. Dijamin, Anda bakal menemukannya. Orang Betawi memang punya minuman khas, yakni bir pletok, halal karena sama sekali tidak mengandung alkohol.

Berbeda dengan bir pada umumnya yang memabukkan, bir yang satu ini justru sangat menyegarkan. Sebagai pelepas dahaga, minuman khas Betawi ini enak diseruput kala hangat, namun sedap pula diminum dingin beserta es batu. Lalu, mengapa minuman ini disebut bir?

Konon, nama bir pletok muncul dari kaum Betawi gedongan yang kerap bergaul dengan orang Belanda. Mereka melihat, ketika minuman berbahan dasar jahe ini dikocok dan dituang ke dalam gelas, muncul busa di bagian atasnya, persis seperti bir yang sering diminum orang-orang Belanda. Bisa jadi, dari sinilah nama bir itu muncul.

Herman Sani, orang Betawi Petamburan yang lima tahun terakhir ini membuat bir pletok dengan merek Ondel-Ondel mengatakan, nama pletok ditambahkan setelah mendengar bunyi es batu yang beradu dengan tungku. ''Bir pletok dimasukkan ke tungku yang dikasih batu es. Dikocok. Bunyi deh, pletak... pletok..,'' katanya. Dan ketika dituang ke dalam gelas, berbusa pula, mirip bir. Jadilah bir pletok.

Herman menegaskan, bir pletok yang asli diracik dari rempah-rempah. Rasa yang paling dominan adalah jahe. Sisanya kapulaga, serai, kayu manis, kayu secang, dan gula. Resep bir pletok Ondel-Ondel, ia peroleh secara turun-temurun dari keluarga istrinya, Sandra Herlina, yang asli Betawi Kebon Sirih.

Untuk mendapat rasa bir pletok yang paling sedap, Sandra selalu menggunakan jahe gajah yang tua. Bir pletok yang asli juga berwarna merah. Sapuan warna itu didapat dari kayu secang. Sedang gula yang dipakai adalah gula pasir bukan gula merah. ''Kalau mau jahe merah, bisa juga tapi hasilnya pedas sekali,'' ujar Sandra.

Karena bir pletoknya tidak pedas menyengat, Sandra mengumpamakan minumannya seperti soft drink tradisional tapi penuh khasiat. Kayu secang, misalnya, sedari dulu diyakini bagus untuk mengatasi panas dalam. Sementara jahe ampuh sebagai pengusir masuk angin.

Saat ini, bir pletok umumnya hadir di acara perkawinan orang Betawi. Di meja, minuman ini terhidang di dekat kue-kue basah khas Betawi seperti kue ape, talam, andepite, ketan bakar, ongol-ongol, dan kue lapis beras. Tapi sejatinya, bir pletok bisa diminum kapan saja, ditemani makanan apa saja. Waktu Sandra kecil dulu, bir pletok dijajakan pedagang keliling atau pedagang yang mangkal di perkampungan warga Betawi.

''Jualannya sore,'' ucap Sandra. Anak-anak pun senang membeli bir pletok karena atraksi pedagang yang menggoyang-goyang bir pletok dalam teko kaleng berisi es batu. Namun, waktu terus berganti. Kini, Herman merasa sedih melihat nama bir pletok dicatut. Lihat saja, beberapa tempat kini menyediakan bir pletok yang mengandung alkohol. ''Namanya sama tapi isinya sama sekali berbeda,'' katanya.

Makanan Jakarta
Usai mereguk segarnya bir pletok, tak lengkap rasanya jika tak mencicipi olahan dapur Betawi lainnya. Masakan Betawi sesungguhnya tak jauh berbeda dengan beberapa masakan Sunda, Jawa, Cina, Arab, atau Sumatra. Beragam etnis yang sejak lama ikut tinggal di kampung Betawi bernama Jakarta memengaruhi cita rasa masakan Betawi. Pengaruh Cina membuat kuliner Betawi jadi lebih gurih di lidah.

Soto mi yang begitu identik dengan Jakarta sebenarnya makanan khas Tionghoa. Aslinya, orang Tionghoa menyantap soto mi dengan babi. Setelah beradaptasi dengan masyarakat Betawi, makanan ini sepenuhnya halal. Babi berganti dengan daging sapi.

Meski Jakarta tidak luas, namun hampir setiap kawasan memiliki keunggulan kulinernya. Dalam promosi makanan Betawi yang digelar seluruh Hotel Ibis dalam rangka ulang tahun Jakarta, beragam makanan ditampilkan lengkap dengan asal daerahnya. Ada semur lidah Jatinegara, nasi uduk Mpok Minah Tebet, pepes ikan mujair Marunda, semur jengkol Condet, lontong ayam Mangga Dua, sambal godog Kramatjati, opor ayam Sunda Kelapa, sate asem Pejompongan, iga bakar Pecenongan, sampai sop kambing Tanah Abang. Di luar itu, masih ada kerak telor, asinan, gado-gado, gulai tangkar, semur daging, dan laksa yang populer itu.

Meski hampir semua makanan Betawi dapat dengan mudah dicari di daerah lain di Indonesia, ada satu yang otentik Jakarta. ''Semur jengkol,'' ujar Executive ChefHotel Ibis Slipi, Jajang Mulyana. Sekadar berbagi rahasia, Jajang mengatakan, aroma jengkol yang tajam sebenarnya mudah dihilangkan dengan bantuan air kapur atau abu merang. Ketika merebus jengkol, campurkan saja air kapur atau abu merang dalam air rebusan.

Jengkol yang paling enak adalah yang besar, bulat, tebal, dan tua. Jengkol muda akan membuat semur terasa pahit dan mudah hancur kala dimasak. Memasak semur jengkol, sambung Jajang, pun sama bumbunya seperti semur daging, yakni bawang merah, bawang putih, kemiri, garam, lada, kayu manis, cengkih, biji pala bubuk, kecap manis, dan tomat. ''Buat semur jengkol, kemirinya saja yang diperbanyak,'' jelasnya. Bagaimana, menerbitkan selera Anda kah?/ind

Jahe tak Perlu Dibakar

Ingin membuat bir pletok? Jangan khawatir, Anda pasti bisa membuatnya. Seperti dikatakan Jajang Mulyana, minuman ini sangat mudah dibuat. Rasanya pun tak kalah dengan minuman jahe lainnya. Untuk cita rasa terbaik, Jajang menyarankan,''Lebih baik jahe yang dipakai tidak dibakar terlebih dahulu.'' Kini, simak resep berikut:

Bahan:
650 ml air
80 gram jahe
70 gram gula pasir
1 batang serai, memarkan
1 ruas kayu secang
Cara membuat:
1. Iris rempah-rempah, masukkan ke dalam panci berisi air, rebus hingga air mendidih.
2. Dinginkan dan hidangkan.

Republika
READ MORE - Bir Halal Orang Betawi >

MATARAM -- Poteng atau sejenis tape menjadi salah satu jenis jajan kue dan makanan ringan warga masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) disaat Hari Raya Idulfitri.

Poteng merupakan jajan khas Lombok yang selalu ditanyakan para tamu ketika melakukan kunjungan silaturrahim setelah salat Idulfitri, untuk itu tidaklah heran jika berkunjung kerumah tetangga jajan poteng selalu tersedia.

Inaq Raisah (50) salah seorang warga Mataram yang juga ahli membuat poteng di Mataram, Rabu mengatakan, poteng terbuat dari ketan baik ketan hitam maupun putih yang selalu disajikan dalam setiap Hari Besar Islam termasuk Maulid Nabi.

Cara membuat poteng, ketan yang akan dibuat poteng terlebih dahulu dibersihkan kemduan dicuci dan dimasak. Setelah dimasak diberikan pewarna hijau menggunakan daun sager sejenis sayur.

Setelah diberikan pewarna ketan dianginkan hingga dingin kemudian diberikan ragi tape atau bubuk pemanis yang akan membuat poteng menjadi lezat dan enak.

Dikatakan, ibu-ibu yang membuat poteng harus dalam keadaan suci artinya tidak dalam kedatangan bulan atau haid, sebab jika ibu-ibu yang membuat poteng dalam keadaan datang bulan potengnya bisa rusak.

Sebaiknya pembuatan poteng khususnya ketika akan menaburkan bubuk tape pada ketan dilakukan setelah selesai salat sehingga ibu-ibu masih dalam keadaan suci bersih atau berwudhu.

"Jika poteng dibuat dengan cara demikian Insya Allah dijamin potengnya akan manis dan lembut, poteng akan lebih manis dan airnya semakin banyak jika yang membuat itu adalah ibu-ibu atau gadis yang 'jabut' atau tumbuh bulu ditangan atau tangannya berbulu," katanya.

Selain jajan poteng dibuat juga jajan sagon, tarek dan keciprut sementara tamu yang berkunjung lebih senang mencicipi jajan tradisional ketimbang jajan-jajan yang dibeli dari toko.
READ MORE - Poteng Jajanan Tradisional Lebaran di Lombok Selatan >

Lapis Surabaya Kurma ala Hotel Borobudur

Posted by Artikel Menarik | 12:52 PM | | 0 comments »

Bulan Ramadhan erat kaitannya dengan berbagai hal yang berbau Arab, seperti buah kurma. Bukan hanya berkhasiat untuk kesehatan yang luar biasa. Tetapi memakan buah kurma dicontohkan oleh Rasulullah yang selalu menyantap kurma saat berbuka puasa.

Selama ini kita mengonsumsi kurma dalam bentuk buah. Namun Hotel Borobudur dengan kreasinya memadupadankan kurma dengan penganan khas Indonesia yaitu kue lapis Surabaya dan kue Perancis, Paris Brest.

Manajer Toko Kue Gourmet, Hotel Borobudur, Yosefina Thesa Thesita Arya, mengatakan olahan selai kurma yang dibuat di Hotel Borobudur dibuat sesuai selera lidah orang Indonesia. "Kami buat tidak terlalu manis, karena biasanya orang-orang kalau makan yang terlalu manis suka 'enek'," ujarnya.

Lapis Surabaya pun menjadi lebih istimewa setelah dibungkus lapisan selai kurma dan namanya menjadi Lapis Surabaya Kurma. Selain Lapis Surabaya Kurma,  Toko Kue Gourmet selama bulan Ramadhanjuga menyajikan beberapa kudapan dengan nuansa kurma yaitu Dates Paris Brest, Orange Dates Cakes, Date Pinwheel Cookies dan Ramadhan Date Cake.

Thesa menambahkan, kue-kue tersebut tidak hanya cocok sebagai kudapan saat berbuka tapi juga pantas sebagai hantaran bingkisan Idul Fitri.Namun Thesa menegaskan kue-kue ini hanya tersedia selama bulan Ramadhan.  "Kue-kue ini memang khusus bulan Ramadhan, jadi selepas Idul Fitri tidak akan ada lagi," imbuhnya.



Untuk anda yang ingin mencoba membuat Lapis Surabaya Kurma, Hotel Borobudur membeberkan resepnya ke Republika Online.

Lapis Surabaya Kurma

Resep untuk 1 kg

Bahan-bahan Lapis putih:

Kuning Telur               14 butir
Telur utuh                  4 butir
Gula                          150 gr
Tbm                            15 gr
Terigu Segitiga             50 gr
Mentega cair               150 gr

Cara memasak:

Kocok kuning telur bersama telur utuh lainnya, gula dan Tbm sampai mengembang. Kemudian masukan terigu dan mentega cair kedalam adonan tersebut. Aduk sampai rata, kemudian tuangkan adonan kedalam loyang. Panggang dengan suhu 180 derajat celcius selama 30 menit.

Bahan-bahan Lapis cokelat:

Kuning Telur            7 butir
Telur utuh              2  butir
Gula                         75 gr
Tbm                           8 gr
Terigu Segitiga           17 gr
Mentega cair              75 gr

Cara memasak:

Kocok kuning telur bersama telur utuh lainnya, gula dan Tbm sampai mengembang. Kemudian masukan terigu dan mentega cair kedalam adonan tersebut. Aduk sampai rata, kemudian tuangkan adonan kedalam loyang. Panggang dengan suhu 180 derajat celcius selama 30 menit.

Bahan-bahan isi:

Gula                             37 gr
Kurma                         167 gr
Air                              500 ml
Walnut potong kecil       13  gr
Biskuit Cracker tumbuk  25  gr
baking soda         sejumput
Garam                 sejumput
Oatmeal                13 gr
Mentega                25 gr

Cara memasak isi:

Masak air bersama kurma dan gula hingga kental. Dinginkan, kemudian tambahkan walnut dan biskuit Cracker, baking soda, garam, oatmeal dan mentega.

Tahapan penyelesaian:

Oleskan isi diatas lapis putih, kemudian tumpuk dengan lapis coklat. Oles lagi dengan isi, kemudian tumpuk dengan lapis putih kembali. Hias dengan coklat. potong-potong sesuai selera.

* Di pasar-pasar saat ini sudah tersedia juga selai kurma .
READ MORE - Lapis Surabaya Kurma ala Hotel Borobudur >

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...