Showing posts with label ANTARIKSA. Show all posts
Showing posts with label ANTARIKSA. Show all posts

Benda Langit Terbesar yang Ditemukan

Posted by Artikel Menarik | 7:09 PM | | 0 comments »

Benda Langit Terbesar yang Ditemukan

Jagad Raya selalu menghadirkan misteri bagi umat manusia. Ketakjuban akan keindahan yang dihadirkan memberi banyak masukan kepada kita sebagai umat manusia untuk teguh dan yakin akan keimanan yang kita miliki kepada pencipta.
Keindahan jagad raya dapat anda lihat dengan menggunakan berbagai macam alat optik. Namun anda juga dapat melihat hasil potret mengenai jagad raya di beberapa media ataupun museu jagad raya di daerah tempat anda berada. Disini saya akan memberikan beberapa foto yang sangat menakjubkan, dan akan menambah keyakinan anda untuk mengagumi hasil karya ciptaan-Nya.
1. Bintang terbesar

VY Canis Majoris adalah bintang yang terletak di konstelasi Canis Major. Dengan ukuran antara 1800 dan 2100 solar radii, adalah bintang terbesar yang diketahui dan juga salah satu yang paling terangi. terletak sekitar 1,5 kiloparsecs (4,6 × 10 16 km) atau sekitar 4.900 tahun cahaya dari Bumi. Tidak seperti kebanyakan bintang, Vy cma adalah bintang tunggal. Ia adalah bintang yang diperkirakan memiliki periode 2.200 hari.
2.Planet terbesar

TrES-4 merupakan planet extrasolar, ditemukan pada 2006 oleh Trans-Atlantic Exoplanet Survey menggunakan metode transit. berjarak 1400-tahun cahaya (430 pc) jauh di konstelasi Hercules. ukurannya 0,919 kali lebih besar dari Jupiter tapi 1,799 kali diameternya, ia memberikan rata-rata kepadatan hanya sekitar 0,333 gram per sentimeter kubik. Hal ini membuat Tres-4b manjadi planet terbesar sekaligus dengan kepadatan terendah.
3. konstelasi terbesar
Hydra adalah konstelasi (rasi bintang) terbesar dari 88 modern konstelasi. Hydra (Naga Laut) merupakan konstelasi (rasi bintang) terbesar. Konstelasi ini menutupi area seluas 1.302,844ยบ persegi atau mencakup 3,16% dari seluruh langit dan beranggotakan setidaknya 68 bintang yang dapat dilihat dengan mata telanjang.
4. Galaksi terbesar

IC 1011 merupakan galaksi terbesar yang telah ditemukan di alam semesta! ia berada 1 miliar tahun cahaya itu (pada z = 0,0767) dalam gugusan galaksi Abell 2029. IC 1101 mempunyai ukuran keliling 6 juta tahun cahaya, sehingga 60 kali lebih besar daripada galaksi bima sakti dengan diameter 100.000 tahun cahaya.
5. Komet terbesar
Komet Centaur 2060 Chiron yang ditemukan tahun 1977 merupakan komet terbesar yang diketahui dengan diameter 182 km.2060 Chiron adalah planit di luar Solar System. Ditemukan pada tahun 1977 oleh Charles Kowal T. (precovery gambar telah ditemukan kembali sebagai sejauh 1895),ini adalah yang pertama dikenal anggota baru kelas obyek yang sekarang dikenal sebagai centaurs, dengan lintasan antara Saturnus dan Uranus.
6. Asteroid terbesar
1 Ceres dengan diameter 941 km merupakan asteroid terbesar. Selain itu, asteroid ini juga tercatat merupakan asteroid yang pertama kali ditemukan.
7. Lubang Hitam Terbesar
OJ 287 merupakan lubang hitam yang diklaim sebagai yang terbesar diketahui, dengan massa lebih dari enam kali nilai dihitung untuk objek yang sebelumnya terbesar. Objek itu berada sekitar 3,5 miliar tahun cahaya, dan merupakan lubang hitam terbesar yang pernah ada. Lubang ini berisi 18 miliar matahari
8. Nebula Terbesar

Orion Nebula (M42) adalah Nebula terbesar di langit dan dapat dilihat dengan mata telanjang. nebula ini meluas 66×60 arc menit, meliputi empat kali daerah bulan, dan memiliki diameter 30 tahun cahaya (180 triliun mil). Gas ini dibuat oleh bintang muda hanya 25.000 tahun. Warna yang banyak terllihat adalah kuning karena lampu merah keluar dari hidrogen yang tergabung bersama-sama dengan emisi hijau dari oksigen. Sabuk Orion terdiri dari tiga bintang, Mintaka (terkecil), Alnitak, dan Alnilam (terbesar dan cerdas).
Sumber: http://danish56.blogspot.com/2011/04/8-benda-langit-terbesar-yang-pernah.html
READ MORE - Benda Langit Terbesar yang Ditemukan >

Asteroid 2005 YU55 Bakal Tabrak Bulan?

Posted by Artikel Menarik | 9:20 AM | | 0 comments »


Liputan6.com, Pasadena: Sebuah asteroid sebesar empat lapangan bola dilaporkan akan mendekati bumi pada 8 November. Sebuah batu luar angkasa yang besar ini belum datang sedekat ini dalam 35 tahun.

Asteroid ini akan terbang pada jarak hanya 325.000 kilometer, yang sebenarnya di dalam orbit bulan. Menurut NASA, asteroid yang diberi nama 2005 YU55 tidak akan memberikan dampak negatif terhadap kehidupan bumi.

Don Yeomans, Direktur NASA untuk Proyek Benda Dekat Bumi di Laboratorium Propulsi Jet di Pasadena, Kalifornia, mengatakan, kecepatan benda tersebut mencapai 13km/detik. Akan tetapi, asteroid tersebut tidak akan menabrak bulan.

“Apabila sampai menabrak bulan, maka ini menjadi kejadian yang memiliki nilai sejarah yang sangat signifikan,” ujar Yeomans ke media Life’s Little Mysteris. “Tabrakan tersebut tidak dapat mengubah posisi bulan, tetapi akan membuat kawah yang cukup besar. Lebarnya akan sebesar 4 kilomter. Walaupun terlihat signifikan, tetapi ini masih termasuk kecil,” ia menambahkan, Senin (7/11).

Yeomans juga menjelaskan bahwa asteroid seperti 2005 YU55 mendekati bumi paling tidak 100.000 tahun sekali. Karena bulan mempunyai ukuran yang lebih kecil daripada bumi, maka kejadian ini dapat terjadi dengan jangka waktu lebih lama, yakni sekali dalam beberapa ratus ribu tahun.

Saat asteroid tersebut menabrak bulan, maka akan ada pergerakan debu dengan kecepatan tinggi yang mampu mencapai bumi. Walau banyak dari debu tersebut akan terbakar oleh atmosfer Bumi, tetapi sebagian kecil mungkin akan sampai ke dataran.

“Di NASA, kami mempunyai banyak radar optikal yang dapat memberikan estimasi kapan kira-kira asteroid seperti 2005 YU55 akan datang ke bumi. Dengan itu, kita tidak harus takut terhadap bahaya akan kejadian ini,” tegas Yeomans.
READ MORE - Asteroid 2005 YU55 Bakal Tabrak Bulan? >




Benar-benar menakjubkan.
Para peneliti di Indiana University dan Los Alamos National Laboratory di New Mexico, Amerika, Mei 2009 lalu menganalisis bintang-bintang neutron, dan menemukan kesimpulan mengejutkan.

Lapisan luar bintang neutron, the crust, kerasnya ternyata setara dengan 10 Milyar (10.000.000.000) kali kekuatan besi baja! Ini adalah salahsatu material terkeras yang diketahui manusia yang ada di alam semesta. Mungkin yang belum kita ketahui ada yang jauh lebih keras lagi.

Apa itu bintang neutron ? Bintang neutron adalah bintang raksasa yang telah mati energi fusi nuklirnya, meledak dalam skala Supernovae, dan kolaps menjadi sebuah benda yang jauh lebih kecil, hanya beberapa puluh kilometer, dengan kepadatan yang ekstrim. Kepadatannya hanya bisa dikalahkan oleh Lubang Hitam (Black Hole). Seberapa kepadatannya? 1 sendok teh material bintang neutron, beratnya 100 juta ton! Bayangkan saja.

Manusia telah menemukan cara menciptakan fusi nuklir, energi yang membakar bintang-bintang raksasa di alam semesta. Mungkinkah manusia nantinya juga akan bisa menciptakan material super yang sekeras 10.000.000.000 baja ? Apa saja yang bisa dibuat dari itu? Sendok stainless steel yang tidak bisa bengkok? Kerangka bangunan super kokoh? Atau mungkin pesawat ruang angkasa yang tidak mempan ditabrak meteor? Apa lagi menurut Anda?
READ MORE - Lapisan Luar Bintang Neutron, 10 Milyar Kali Lebih Keras dari Baja ! >

'Dunia Mini' Berhasil Ditemukan Para Astronom

Posted by Artikel Menarik | 10:19 AM | | 0 comments »

Headline
 Para astronom berhasil menemukan ‘dunia mini’ di tata surya. Hal ini bisa terjadi berkat data yang dikumpulkan dari hasil studi pesawat luar angkasa Eropa. Seperti apa?
Data dari hasil studi pesawat Eropa pada asteroid jauh ini menunjukkan, ‘dunia mini’ ini merupakan sisa planet yang terbentuk di tata surya. Saat itu, pesawat luar angkasa Rosetta milik European Space Agency (ESA) terbang ke asteroid Lutetia pada Juli 2010.
Kini para ilmuwan mengaku telah selesai menganalisa data yang terkumpul selama pendekatan itu. Hasil analisa memastikan, kesan pertama yang muncul pada asteroid ini adalah, tua dan ‘dunia mini’ primitif.
Melihat sejumlah kawah yang ada pada asteroid ini, permukaan Lutetia diketahui berusia 3,6 miliar tahun. Beberapa hantaman di asteroid bahkan merusak sebagian besar badannya di mana secara perlahan membentuk bentuk anehnya saat ini.
“Kami yakin Lutetia tak lahir seperti ini. Kemungkinan besar, dunia mini berbentuk bulat saat pertama terbentuk,” papar Holger Sierks dari Max Planck Institue di Lindau, Jerman.


Sumber : Inilah.com
READ MORE - 'Dunia Mini' Berhasil Ditemukan Para Astronom >

Planet baru dari galaksi lain

Posted by Artikel Menarik | 1:09 PM | | 0 comments »



Para ahli astronomi untuk pertama kalinya menemukan sebuah planet dalam Bimasakti yang berasal dari galaksi lain. Planet yang memiliki massa setidaknya 1,25 kali massa Jupiter itu, mengelilingi sebuah bintang tua yang berasal dari sebuah galaksi satelit kecil yang pecah sekira 6 hingga 9 miliar tahun lalu.

Adalah Johny Setiawan dan Rainer Klement dari Max Planck Institute of Astronomy di Heidelberg, Jerman, yang memaparkan penemuan tersebut.

Sara Seager, ilmuwan MIT yang tidak ikut ambil bagian dalam studi itu menyebutkan bahwa faktor penting dalam penemuan tersebut adalah planet dan bintang yang ditemukan di dalam Bimasakti itu berasal dari galaksi lain. "Hampir dapat dipastikan, planet itu terbentuk ketika bintang tersebut berada di galaksi lain," ujarnya.

Untuk menemukan planet luar, Johny, yang berasal dari Indonesia, dan koleganya mengamati HIP 13044 yang berjarak sekira 2.000 tahun cahaya dari bumi. HIP 13044 dan bintang-bintang lainnya di Helmi Stream berbeda dari bintang lain di lingkungan tata surya karena bintang-bintang tersebut memiliki pemanjangan orbit yang menempatkan mereka sekitar 42.000 tahun cahaya di atas dan di bawah gugus cakram Bimasakti. Orbit semacam itu menunjukkan bahwa bintang-bintang tersebut berasal dari kelompok yang terpecah dari sebuah galaksi satelit dan membentang berkat pengaruh pasang-surut gaya gravitasi.

Planet baru ini menghadapi masalah baru. Dalam jutaan tahun mendatang, saat bintang itu menghisap habis helium di intinya, planet itu akan mengalami ekspansi lebih cepat dan lebih besar yang akan mengantarkannya pada kehancuran.

Sumber: Wired
READ MORE - Planet baru dari galaksi lain >


Sekelompok ilmuwan berhasil melakukan simulasi yang menunjukkan bahwa galaksi Andromeda terbentuk dari benturan antara dua galaksi kecil.

Menggunakan komputer dengan kemampuan tinggi di Observatorium Astronomi Nasional China dan Observatorium Paris, tim peneliti internasional melakukan simulasi tentang bagaimana Andromeda berkembang dari waktu ke waktu. Dengan simulasi ini, peneliti menggunakan delapan juta partikel sehingga mampu memproduksi sebagian besar properti Andromeda, seperi bintang, cincin gas, dan debu. Hasilnya, dua galaksi kecil diperkirakan bertabrakan sekitar sembilan miliar tahun lalu dan kemudian membentuk Andromeda seperti saat ini.

Selama ini, banyak ilmuwan yakin Andromeda terbentuk karena sebuah benturan antara dua galaksi kecil. Sayangnya, mereka belum bisa memastikan teori ini. “Banyak astronom berpikir galaksi Andromeda merupakan hasi dari gabungan. Namun, pemikiran ini tidak pernah diuji coba dan ditentukan waktunya,” kata Francois Hammer, ketua penulis jurnal, Astrophysical Journal, yang mempublikasi simulasi tersebut.

Hammer mengatakan penelitian ini juga bisa memberi pemahaman terhadap formasi galaksi kita sendiri. “Tidak berarti Bimasakti tidak dapat terbentuk dengan cara yang sama. Mungkin saja. Tapi, mungkin terjadi jauh lebih awal,” tutur Hammer.

Andromeda adalah galaksi berbentuk spiral yang paling dekat dengan Bimasakti. Galaksi Andromeda terletak di langit utara. Namanya diambil dari rasi bintang Andromeda yang terletak di tempat galaksi ini terlihat dari bumi.

Galaksi Andromeda bisa dilihat dari bumi dengan mata telanjang dan akan tampak seperti kabut tipis di langit utara. Jika diamati dengan teropong, akan tampak bintang-bintang redup di tepiannya. Galaksi Andromeda dan Bimasakti bersama Galaksi Triangulum, dan 30 galaksi kecil lainnya tergabung dalam sekumpulan galaksi yang dikenal dengan Local Group Galaxies.

Berjarak 2,5 tahun cahaya dari rasi bintangnya, Galaksi Andromeda mendekati Bimasakti dengan kecepatan sekitar 100 km per detik. Sehingga, ilmuwan memperkirakan Galaksi Andromeda dan Bimasakti akan bertabrakan sekitar 4,5 miliar tahun lagi.

Dampak benturan ini kemungkinan akan membentuk galaksi eliptik raksasa. Namun belum diketahui bagaimana nasib bumi dan sistem tata surya kita jika terjadi benturan ini. Ada kemungkinan sistem tata surya dikeluarkan dari Bimasakti atau bergabung dengan Andromeda.

Sumber Nasional geograpnic
READ MORE - Forum Andromeda terbentuk karena benturan dua galaksi kecil >


Bintang di alam semesta kemungkinan berjumlah tiga kali lipat dari yang diperkirakan dan makin tinggi kemungkinan adanya planet lain yang dapat ditinggali. Pendapat itu setelah para astronom memperkiraan jumlah bintang-bintang, yang dikenal sebagai bintang kerdil merah, lebih banyak dari yang sangkaan sebelumnya.

Bintang kerdil merah (red dwarf) adalah bintang kecil dan relatif dingin. Massanya kurang dari setengah massa matahari. Temperaturnya kurang dari 3726,85 derajat Celcius, lebih kecil dibanding matahari yang mencapai 5505 derajat Celcius. Bintang kerdil merah lebih redup dibanding bintang lainnya. Sehingga, para astronom sulit mendeteksi keberadaan bintang merah kerdil selain di galaksi Bima Sakti dan galaksi terdekat seperti Andromeda.

Namun, kini para astronom menggunakan instrumen ampuh di obervatoriun W.M. Keck di Hawaii untuk mendeteksi bintang kerdil merah di delapan galaksi eliptikal yang terletak sekitar 50 hingga 300 juta tahun cahaya dari Bima Sakti.

Galaksi eliptikal adalah salah satu jenis galaksi besar di alam semesta. Galaksi eliptikal terbesar diperkirakan memiliki 1 triliun bintang. Bima Sakti diperkirakan hanya memiliki 400 miliar bintang. Namun, penelitian yang dipublikasi jurnal Nature, Rabu (1/12), menunjukkan jumlah bintang dalam delapan galaksi eliptikal lebih banyak lima hingga sepuluh kali lipat. Hal ini berarti jumlah bintang di alam semesta lebih banyak tiga kali lipat.

“Hal yang luar biasa bahwa kami dapat menentukan bintang kerdil merah bercahaya samar ini di galaksi di luar Bima Sakti. Namun, jumlah pasti bintang di alam semesta belum dapat dipastikan. Estimasinya sekitar 100 sextillion yakni angka satu dengan 23 nol,” kata peneliti Pieter van Dokkum yang juga astronom dari Yale University.

Meningkatnya jumlah bintang berarti ada kemungkinan makin banyak jumlah planet yang mengelilingi bintang. Sehingga, ada potensi lebih besark eberadaan planet yang dapat dihuni. Hingga kini, astronom telah menemukan lebih dari 500 planet asing mengelilingi bintang. “Ada kemungkinan triliunan bumi mengorbit bintang,” ujar van Dokkum.

Kemungkinan adanya planet yang dapat dihuni dalam sistem bintang merah kerdil adalah hal yang masih diperdebatkan ilmuwan. Salah satu alasannya, temperatur bintang kerdil merah yang relatif rendah membuat planet harus cukup dekat untuk memiliki zona kehidupan.Tapi jika jaraknya dekat, planet tersebut akan terkunci oleh bintangnya sehingga satu sisi terus mengalami siang dan sisi lainnya dalam keabadian malam.

Kondisi tersebut mengakibatkan sulitnya kehidupan berkembang seperti di bumi.Selain itu, bintang kerdil merah mengeluarkan radiasinya dalam bentuk infra merah dan hampir tidak memancarkan ultraviolet (UV). Hal ini menjadi masalah karena UV kemungkinan diperlukan bagi adanya kehidupan.

Sumber: Live Science
READ MORE - Jumlah bintang di alam semesta mungkin 3 kali lebih banyak >

Olympus bukan yang terbesar di Mars

Posted by Artikel Menarik | 12:34 PM | | 0 comments »

Olympus bukan yang terbesar di Mars
NASA
 
Gunung Olympus bukan gunung terbesar di Planet Mars, melainkan hanya bagian kecil dari Tharsis Rise.

Gunung Olympus diperkirakan memiliki luas yang setara dengan luas Arizona, salah satu negara bagian di Amerika Serikat. Namun, sekelompok tim geolog baru-baru ini mengatakan bahwa Olympus bersama beberapa gunung di sekitarnya, seperti Arsia, Pavonis, dan Ascraeus, hanyalah bagian kecil dari gunung yang lebih besar. 

Teori para geolog menyebutkan kalau seluruh wilayah gunung itulah yang dikatakan sebagai gunung terbesar di tata surya. Wilayah gunung itu sendiri dinamakan Tharsis Rise, membentang sepanjang 7.000 kilometer di Planet Mars. 

"Kalau kita melihat dalam skala yang lebih besar, Olympus hanyalah salah satu bagian dari Tharsis, sama seperti gunung-gunung lain yang jadi bagian Tharsis," kata Andrea Borgia, profesor tamu di The Open University, Inggris. 

Menggunakan model matematika, Borgia dan rekannya, John Murray, menemukan bahwa Tharsis memiliki banyak kemiripan karakteristik fisik dengan Gunung Etna di wilayah Sisilia, Italia. Tharsis dikatakan sebagai versi yang lebih besar daripada Etna. 

Sejauh ini, Borgia belum bisa membuktikan secara pasti kebenaran teorinya. Ia mengatakan, penelitian akan butuh waktu lama untuk penjelajahan robot atau manusia ke Mars. Ia mengatakan, misi Spirit dan Opportunity ke khatulistiwa Mars tidak mampu mengamati wilayah Tharsis dengan detail. Pasalnya, empat calon lokasi pendaratannya tidak ada yang cukup dekat dengan Tharsis.  

Borgia mengatakan, "Riset lapangan adalah langkah penting untuk mendemonstrasikan teori ini," kata Borgia. Ia menegaskan dengan mantap, "Jika saya diperbolehkan ke sana sekarang, saya akan berangkat saat ini juga."

READ MORE - Olympus bukan yang terbesar di Mars >

Durasi 1 Hari di Planet Neptunus

Posted by Artikel Menarik | 12:29 PM | | 0 comments »

Dengan melacak beberapa fitur tertentu di atmosfir, peneliti berhasil melakukan pengukuran akurat pertama terhadap periode rotasi planet Neptunus. Ternyata, satu hari di planet itu berlangsung tepat selama 15 jam, 57 menit dan 59 detik.

http://www.cosmosmagazine.com/files/imagecache/news/files/news/20110704_Neptune-features_web.preview.jpg

Temuan ini memperkaya pengetahuan kita seputar hal yang fundamental di Neptunus dan menyediakan pula mekanisme untuk memahami bagaimana massa planet itu didistribusikan. Seperti diketahui, Neptunus merupakan planet raksasa yang terbuat dari gas.

“Neptunus memiliki dua fitur yang memungkinkan untuk dipantau oleh Hubble Space Telescope yang tampaknya mengatur rotasi interior dari planet tersebut,” kata Erich Karkoschka, ilmuwan dari Lunar and Planetary Laboratory, University of Arizona, seperti dikutip dari Cosmos Magazine.

Karkoschka menambahkan, fitur seperti ini, tidak pernah dijumpai di planet gas raksasa lainnya.

Untuk mencari tahu berapa durasi satu hari di planet itu, Karkoschka mengukur putaran Neptunus dengan mengamati dua fitur yang terlihat mata milik atmosfir planet tersebut.

Ia kemudian mengukur garis bujur di antara setiap gambar yang ditangkap lalu menentukan interval waktu antara observasi dan menyediakan informasi periode putaran.

Berhubung Neptunus telah berotasi sekitar 10 ribu kali dalam 20 tahun terakhir, Karkoschka dapat mengetahui secara akurat periode putaran dengan melacak fitur-fitur ini dalam jangka waktu tersebut.

Hasil penelitian ini merupakan peningkatan pengetahuan yang signifikan terhadap rotasional planet gas sejak pertamakali Giovanni Cassini berhasil mendapati bintik merah planet Jupiter, pada 350 tahun lalu.

Saat ini di kalangan ilmuwan sendiri tampak muncul konsensus bahwa temuan Karkoschka memang akurat. Menurut Craig O’Neill, ilmuwan antariksa dari Macquarie University, Australia, temuan Markoschka seputar periode fitur milik atmosfir Neptunus tepat.

“Selain itu, Karkoschka juga menunjukkan bahwa di kawasan kutub, kecepatan angin lebih rendah dibanding di khatulistiwa,” ucap O’Neill. “Pertanyaan besar berikutnya adalah, bagaimana caranya itu bisa terjadi,” ucapnya.

Sumber :
vivanews.com
READ MORE - Durasi 1 Hari di Planet Neptunus >

Zodiak yang Terus Bergeser

Posted by Artikel Menarik | 3:58 PM | | 0 comments »



Awal tahun ini, publik kembali dibingungkan dengan isu pergeseran zodiak. Sebagian orang tak mau ambil pusing karena tak percaya dengan zodiak yang bisa memengaruhi nasib mereka. Namun, sebagian yang lain menolak pergeseran itu karena akan mengubah zodiak mereka yang sudah dianggap cocok dengan karakter dirinya.

Munculnya isu pergeseran zodiak ini bukan untuk yang pertama kali. Sejak internet mulai dikenal luas pada akhir 1990-an, isu ini muncul berulang setiap beberapa tahun sekali.

Hal yang terjadi sesungguhnya adalah pencampuradukan antara ilmu astronomi dan astrologi. Zodiak dalam astrologi, sejak dulu hingga kini, berjumlah 12 buah dengan rentang waktu masing-masing zodiak adalah 30 hari. Sementara dalam astronomi, zodiak sejak dulu sampai sekarang berjumlah 13 buah dengan rentang waktu setiap zodiak 7-45 hari.

Zodiak

Zodiak merupakan rasi bintang yang terletak di garis ekliptika. Rasi bintang merupakan kelompok bintang-bintang yang terlihat dari Bumi seolah-olah berdekatan. Padahal, bisa jadi bintang-bintang itu tidak memiliki hubungan apa pun.

Sementara garis ekliptika adalah jalur semu Matahari mengelilingi Bumi. Disebut semu karena sejatinya Bumi-lah yang mengelilingi Matahari. Namun, bagi pengamat di Bumi, Matahari-lah yang terlihat bergerak.

Rentang waktu zodiak menunjukkan kapan Matahari melintasi zodiak tersebut. Dalam astronomi, rentang waktu Aries adalah 18 April-13 Mei. Artinya, Matahari melintasi rasi Aries pada tanggal tersebut.

Dalam astronomi, zodiak berfungsi mempermudah pencarian dan penamaan obyek-obyek langit, seperti bintang, galaksi, gugus galaksi, dan supernova. Keberadaan zodiak tidak memiliki hubungan apa pun dengan nasib manusia.

Persatuan Astronom Internasional (International Astronomical Union) sejak 1922-1930 telah menetapkan 88 rasi bintang di seluruh bidang langit, termasuk 13 rasi zodiak, lengkap dengan batas-batasnya.

Dalam astrologi, 12 zodiak merupakan salah satu unsur yang (dikatakan) memengaruhi nasib manusia. Astrolog Intan Ophelia dalam situs opheliaastrologi.com menyebutkan, zodiak bukanlah satu-satunya alat untuk meramalkan nasib seseorang, tetapi juga perlu melihat aspek lain, seperti posisi benda-benda langit lainnya, terutama planet.

Bangsa yang pertama kali menggunakan astrologi untuk meramal nasib adalah Babilonia, sekitar tahun 3000 Sebelum Masehi (SM).

Pedro Braganca dalam tulisan Your Astrological Sign May Not be What You Think It is di LiveScience pada 23 Oktober 2007 mengungkapkan rentang waktu zodiak dalam astrologi yang rata-rata 30 hari diperoleh dengan membagi sama panjang jalur lintasan semu Matahari sesuai jumlah 12 zodiak.

Dosen Program Studi Astronomi Institut Teknologi Bandung, Ferry M Simatupang, mengatakan, tingkat ketelitian pengamatan dan penghitungan benda langit 4.000 tahun lalu tentu jauh berbeda dengan kondisi sekarang. Kekurangakuratan penghitungan itulah yang membuat zodiak dalam astrologi berbeda dengan zodiak dalam astronomi.

Sejak digunakan tahun 3000 SM hingga kini, rentang waktu zodiak dalam astrologi tidak pernah mengalami koreksi, seperti yang dilakukan dalam astronomi. Perubahan kecil benda langit tidak akan tampak dalam rentang waktu tahunan, tetapi akan terlihat nyata bedanya dalam rentang waktu puluhan hingga ribuan tahun.

Pergeseran zodiak

Titik nol di garis ekliptika yang menjadi awal penentuan zodiak disebut sebagai Titik Aries karena titik tersebut berada di arah rasi Aries. Keberadaan Titik Aries ini sudah diketahui sejak 600 SM.

Dalam astronomi, Titik Aries menjadi perpotongan antara bidang ekliptika dan garis ekuator langit. Titik ini menjadi awal gerak semu Matahari di belahan langit utara serta penanda awal musim semi di belahan Bumi utara. Matahari akan kembali berada di Titik Aries dalam waktu satu tahun.

Ahli kalender dari Program Studi Astronomi ITB yang juga mantan Kepala Observatorium Bosscha Moedji Raharto mengatakan, posisi Titik Aries ini mulai bergeser sejak tahun 100 SM. Saat itu, posisi Titik Aries tak lagi berada di rasi Aries, tetapi sudah berada di rasi Pisces. Pergeseran ini akan berlangsung hingga tahun 2700.

"Jadi, pergeseran rasi ini bukan terjadi baru-baru saja, tetapi sejak 2.100 tahun yang lalu," ia menegaskan.

Selanjutnya, Titik Aries akan bergeser lagi menuju rasi Akuarius antara tahun 2700 hingga 4400, ke arah rasi Capricornus antara tahun 4400 hingga 6300, dan seterusnya.

"Rentang waktu zodiak akan terus berubah dengan periode sekitar 2.500 tahun," ujarnya.

Pergeseran Titik Aries yang memicu perubahan rentang waktu zodiak terjadi akibat gerak presesi Bumi. Gerak presesi adalah gerak perputaran Bumi pada sumbunya ketika pada saat yang sama Bumi juga bergerak mengelilingi Matahari. Gerak ini mirip gerak gasing yang berputar miring sembari melintasi jalur melingkar.

Gerakan sumbu Bumi itu membuat posisi ekuator Bumi bergerak. Perubahan posisi ekuator Bumi itu akan turut mengubah posisi ekuator langit. Akibatnya, perpotongan antara garis ekliptika dan ekuator langit yang disebut Titik Aries itu akan turut bergeser.

Gerak presesi membuat posisi Titik Aries bergeser 50,2 detik busur per tahun ke arah barat koordinat langit. Titik Aries akan kembali ke lokasi awalnya setiap 25.800 tahun sekali.

"Titik Aries akan kembali ke arah rasi Aries sekitar 23.000 tahun lagi," katanya.

Moedji menambahkan, pergeseran Titik Aries yang sangat kecil ini tidak bisa dideteksi dengan teknologi astronomi yang ada pada awal tahun Masehi. Perubahan posisi bintang mulai bisa dideteksi oleh astronom Muslim sekitar tahun 900 M-1500 M dengan menggunakan alat yang disebut sextant.

Dengan semakin majunya perkembangan ilmu astronomi, posisi benda-benda langit dapat dihitung dengan lebih akurat. Hasilnya, para astronom bisa mengukur waktu gerhana, gerak bintang, hingga waktu terbit dan tenggelamnya benda-benda langit dengan ketelitian tinggi.

Karena itu, perbedaan zodiak dalam astronomi dan astrologi tidak perlu dipertentangkan terus-menerus. Astronomi dan astrologi adalah dua hal yang berbeda walau memiliki akar sejarah keilmuan yang sama. Fenomena astronomi bisa dijelaskan sesuai metode ilmiah dan terukur, sedangkan astrologi sulit dibuktikan dengan metode ilmiah. Mau percaya atau tidak dengan ramalan bintang, itu adalah pilihan Anda.


Sumber :
Kompas Cetak
READ MORE - Zodiak yang Terus Bergeser >

Resolusi 2011: Ingin Tambah Pintar

Posted by Artikel Menarik | 8:25 PM | | 0 comments »



OLEH NINOK LEKSONO

KOMPAS.com — Menyimak berbagai tantangan pekerjaan atau perkembangan berbagai sisi kehidupan yang semakin rumit, masuk akal kalau ada yang mengadopsi ”ingin jadi lebih pintar dari 2010” sebagai resolusi tahun 2011. Ya, resolusi yang bisa terdengar tidak berlebihan. Perkembangan sains dan teknologi, atau ekonomi, atau masalah kesehatan memang makin pelik sehingga masyarakat pun—mau tak mau—harus berusaha menyesuaikan diri dengan meningkatnya kerumitan soal di atas.

Pintar atau cerdas, bagi sebagian kalangan, dianggap sudah bawaan lahir. Dan, dalam kaitan ini, masa-masa 9 bulan di kandungan merupakan masa yang amat menentukan. Pada masa itulah antara lain otak terbentuk (Time, 4/10/10).

Sebagian memandang kecerdasan adalah anugerah sehingga sosok brilian seperti Albert Einstein atau Isaac Newton adalah unik tidak ada duanya. Kalaupun kedua tokoh dari bidang sains ini banyak jadi idola, sah saja apabila setiap insan mendambakan jadi lebih pintar.

Dalam perkembangan berikutnya dikenal konsep kecerdasan majemuk, yang dimajukan oleh Howard Gardner (1943- ) dalam karyanya Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences (1983, 1993).

Menurut Gardner, kecerdasan bukan satu entitas tunggal dan diturunkan seperti yang banyak dianut di zaman keemasan psikometri dan behavioris. Seperti diulas kembali oleh Mark Smith (di Infed, 2002, 2008), dengan pemahaman akan kecerdasan majemuk ini, dunia pendidikan mendapatkan pendekatan baru yang lebih terbuka untuk mengapresiasi adanya kecakapan lain di luar kecerdasan logika-matematika yang acap diukur oleh perangkat tes IQ.

Sekadar menyebut kembali, Gardner menyebutkan bahwa setidaknya ada tujuh jenis kecerdasan, yaitu kecerdasan bahasa (linguistik), kecerdasan logika-matematika, kecerdasan kinestetik (yang banyak diperlihatkan oleh atlet cemerlang), kecerdasan musikal, kecerdasan antarpersonal (pintar bergaul dengan orang), kecerdasan intrapersonal (mampu memahami perasaan dan kondisi diri), dan kecerdasan spasial (cakap memahami ruang).

Setelah itu, seperti juga dipahami Gardner bahwa daftar yang ia buat belum lengkap, diakui adanya jenis kecerdasan lain, seperti kecerdasan spiritual, kecerdasan naturalis/ lingkungan, dan kecerdasan eksistensial.

Paradigma yang diusulkan oleh Gardner banyak mendapat sambutan dari kalangan pendidik dan orangtua, yang kemudian menerima adanya tipe kecerdasan selain logika/matematika dan menindaklanjuti dengan mengarahkan anak ke bidang yang lebih sesuai dengan bakatnya serta tidak memaksa anak untuk menempuh bidang studi yang disukai orangtua atau dianggap populer oleh masyarakat tetapi sebenarnya tidak cocok bagi si anak.

Memacu otak

Di luar munculnya pemahaman baru yang mengakui adanya jenis kecerdasan lain di luar kecerdasan logika/matematika, fokus masih banyak dicurahkan untuk memahami dan meningkatkan kemampuan otak. Hanya saja diakui, hasrat meningkatkan kemampuan otak ini terkendala oleh fakta bahwa sejauh ini pemahaman ahli mengenai mekanisme kecerdasan masih jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pemahaman ahli mengenai mekanisme kekuatan otot (Newsweek, 10, 17/1/11).

Namun, di tengah miskinnya hasil riset yang meyakinkan, keinginan untuk memperbesar kapasitas kognitif bukannya tanpa harapan.

Seiring dengan terus dipacunya riset neurosains, muncul pula pemahaman akan proses atau mekanisme fisik yang terjadi, meskipun juga tetap diakui bahwa pemahaman tuntas mengenai pikiran manusia masih merupakan hal misterius.

Menerima bakat

Ketika tantangan kognitif makin tinggi dan resep jitu untuk meningkatkan daya otak masih terus dicari, sebagian mencoba mendapatkan daya konsentrasi dan motivasi melalui pendekatan tradisional dan modern. Nikotin dan kafein juga sempat disinggung dalam laporan Newsweek selain stimulan seperti Adderall dan Ritalin. Dua produk terakhir diciptakan untuk meningkatkan level dopamin otak. Ini cairan yang melahirkan motivasi dan perasaan dihargai.

Kearifan yang dapat ditarik dari uraian di atas adalah di satu sisi merupakan keinginan sah untuk menjadi lebih pintar, tetapi di sisi lain hal itu secara ilmiah juga menghadapi kendala.

Jalan tengah yang dapat diambil lebih kurang adalah terus berusaha meningkatkan kepintaran, tetapi di sisi lain setiap insan juga bijak menerima bakat yang telah dianugerahkan kepadanya. Seseorang yang kenyataannya lebih memiliki kecerdasan musikal bisa saja memendam keinginan untuk menjadi seorang atlet. Namun, mungkin ia harus mengeluarkan upaya ekstrabesar untuk mencapai keunggulan (excellence). Itu pun kalau memang bisa.

Pencapaian pemahaman akan pengetahuan sendiri, dalam banyak hal, sering disebut karena pencurahan akal budi secara total. Beethoven tak kenal urusan lain, selain musik, dan ia hanya mondar-mandir di ruang kerjanya tanpa memikirkan soal lain. Dengan itu, ia lalu mencapai kejeniusan musik. Pertanyaan relevan, di tengah zaman gadget sekarang ini, sanggupkah kita yang ingin meningkatkan kepintaran menjalani laku seperti Beethoven?
READ MORE - Resolusi 2011: Ingin Tambah Pintar >

Cincin Matahari akibat Pembelokan Sinar

Posted by Artikel Menarik | 8:15 PM | | 0 comments »




YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Fenomena cincin pelangi matahari muncul selama sekitar dua jam di langit Yogyakarta, Selasa (4/1/2010). Fenomena alam unik ini terjadi karena pembelokan cahaya matahari oleh partikel uap air di atmosfer.

Kepala Laboratorium Hidrometeorologi Fakultas Geografi UGM Sudibyakto mengatakan, kejadian alam yang unik ini merupakan fenomena atmosferik yang biasanya terjadi pada musim hujan. "Pada fenomena ini, cahaya matahari dipantulkan oleh uap air yang naik di atmosfer. Cahaya dipancarkan sehingga terlihat sebagai cincin pelangi," tuturnya.

Selama musim hujan banyak uap air naik ke atmosfer hingga mencapai lapisan troposfer dengan ketinggian lebih kurang 10 40 kilometer (Km). Akibatnya, terjadilah suhu yang sangat dingin di lapisan troposfer, yaitu sekitar minus 30-40 derajat Celsius. Pada saat inilah, uap air di lapisan troposfer ters ebut berfungsi sebagai kaca yang dapat memantulkan cahaya matahari.

Bulan Januari ini Pulau Jawa memang sudah memasuki puncak musim hujan. Curah hujan turun dengan intensitas antara tinggi hingga sangat tinggi. Curah hujan pun terjadi hampir setiap hari dengan waktu cukup lama.

"Jadi, fenomena tersebut sama persis dengan fenomena terbentuknya pelangi, hanya saja kalau pelangi biasanya terjadi pagi atau sore hari, di mana sudut matahari terhadap bumi masih relatif rendah. Sedangkan Cincin Halo itu pada siang hari," ucap Sudibyakto.

Menurut Guru Besar Geografi UGM tersebut, fenomena ini sering disebut sebagai cincin pelangi karena lapisan warnanya mirip pelangi. Hanya saja, warna tersebut tidak selengkap warna pada pelangi. Istilah lain dari cincin disebut halo yang berasal dari bahasa Yunani Kuno artinya lingkaran bulan.

Warna cincin pelangi matahari tak selengkap pelangi ini perbedaan sudutnya. Cincin matahari biasanya terjadi pada siang hari atau saat posisi matahari berada tepat di atas bumi. Sudut yang tegak lurus membuat warna yang terbiaskan tidak selengkap pada pelangi di sore hari yang terjadi dengan sudut tertentu.

Pada lingkaran yang terlihat di Yogyakarta, Selasa (4/1/2010), warna-warna yang terlihat dari lapisan terdalam ke lapisan terluar berturut-turut adalah merah, jingga, kuning, dan hijau.

Pemerhati budaya Yogyakarta Heri Dendi mengatakan, dalam bahasa Jawa, fenomena cincin matahari ini dikenal dengan nama kluwung. "Fenomena ini pernah saya lihat di waktu-waktu dulu, tapi memang jarang," katanya.
READ MORE - Cincin Matahari akibat Pembelokan Sinar >

Meteorit Bawa Alien Berbentuk Cacing

Posted by Artikel Menarik | 8:09 PM | | 0 comments »




KOMPAS.com - Seorang peneliti dari NASA mengklaim telah menemukan bukti adanya makhluk angkasa luar (alien). Laporan yang ditulis Richard Hoover yang dipublikasikan di Journal of Cosmology, Jumat (4/3/2011), memuat foto makhluk semacam cacing berukuran mikroskopik.

Dia menyatakan telah menemukan fosil amat kecil pada meteorit. Dari fragmen yang dibawa Hoover tampak beberapa tipe meteorit kondrit karbon (carbonaceous chondrite) yang merupakan materi dengan kandungan air dan materi organik relatif tinggi.

Penemuan tersebut memancing optimisme sekaligus skeptisisme dan kini diteliti oleh 100 ilmuwan. Hoover menyimpulkan, bakteri yang menjadi fosil tersebut bukan hasil kontaminasi dengan bumi, melainkan sisa-sisa makhluk hidup yang memfosil yang pada mulanya hidup di komet, bulan, dan bintang. (AFP/ISW)
READ MORE - Meteorit Bawa Alien Berbentuk Cacing >


Sebuah bintang berjarak 75 tahun cahaya dari Bumi mungkin bintang terdingin yang pernah ditemukan. Suhunya tidak lebih panas daripada secangkir kopi yang baru selesai diseduh.

Bintang dengan kode CFBDSIR 1458 10b memiliki temperatur berkisar 97 derajat Celcius pada permukaan. Sebelumnya, bintang terdingin yang pernah ditemui memiliki temperatur 150 derajat Celcius.

Bintang yang dipanggil "bintang kerdil cokelat" ini termasuk bintang gagal. Bintang seperti itu punya panas dan sifat kimia seperti bintang, tapi tidak punya massa yang cukup untuk menyalakan fusi nuklir pada inti mereka.

Selain mendapati permukaan yang dingin, Michael Liu, astronom dari University of Hawaii, juga mengatakan bahwa bintang kerdil dengan ukuran 6 hingga 15 kali massa Jupiter itu punya atmosfer dengan awan dari air.

Liu menyatakan kalau hal yang paling menyenangkan dari temuan ini adalah awal dari penemuan kelas objek baru yang tidak jelas antara planet dan bintang. "Saya rasa ini mengejutkan bagi komunitas astronomi," kata Liu kepada National Geographic.

Bintang kerdil cokelat ini sepertinya tidak akan menyandang gelar planet terdingin lama-lama. Ilmuwan dengan Spitzer Space Telescope sedang memastikan ada bintang kerdil lain yang lebih dingin dengan temperatur 30 derajat Celcius. (Sumber: National Geographic News)
READ MORE - Bintang Terdingin Suhunya Seperti Segelas Kopi >

Inilah planet terpanas yang pernah ditemukan

Posted by Artikel Menarik | 4:25 PM | | 0 comments »


Astronom yang terlibat dalam proyek Super Wide Angle Search for Planets (SuperWASP) menemukan planet terpanas bernama WASP-33 b. Suhu planet tersebut mencapai 3.200 derajat Celcius, lebih panas dari suhu beberapa bintang.

Salah satu penyebab panasnya suhu planet itu adalah suhu bintang induknya yang juga panas. Astronom mengatakan, suhu bintang induk planet itu adalah 7160 derajat Celsius, lebih tinggi dari suhu matahari yang "hanya" 5600 derajat Celsius. Jarak antara planet ini ke bintangnya juga hanya 7 persen jarak Merkurius ke Matahari.

Keberadaan planet itu telah diduga sejak tahun 2006 lalu namun baru dapat dipastikan pada tahun 2010. Diketahui, planet tersebut tergolong dalam jenis planet gas dengan massa kurang dari 4,1 kali massa Jupiter.

Studi tentang planet ini dipimpin oleh Alexis Smith dari Universitas Keele di Stafordshire, Inggris. Lewat studi ini, astronom juga mengetahui bahwa waktu revolusi planet ini sangat singkat, hanya 29,5 jam.

Drake Demming dari Goddard Space Flight Center NASA di Greenbelt, Maryland yang tidak terlibat penelitian ini mengatakan, "WASP-33 b bisa membantu astronom menelaah planet panas yang karakteristisknya masih misteri."

Hal yang bisa dipelajari misalnya adanya planet berorbit dekat dengan bintangnya yang memiliki lapisan atmosfer luar lebih dingin dari lapisan dalamnya. Ini mengejutkan karena planet tersebut "dipanaskan" dari luar.

Deming mengatakan, fakta itu bisa berkaitan dengan adanya senyawa berbasis karbon yang mengubah cara atmosfer merespon radiasi. Senyawa kimia tertentu bisa terbentuk akibat sinar ultraviolet dari bintang.

"Ini pastinya akan menjadi planet yang ingin Anda lihat. Ini adalah kesempatan yang sangat langka untuk bisa mempelajari planet yang mengorbit pada bintang yang superpanas," pungkas Deming dalam sebuah sesi wawancara dengan New Scientist. (Yunanto Wiji Utomo)

Sumber: Kompas.com
READ MORE - Inilah planet terpanas yang pernah ditemukan >


Penyebab meledaknya pesawat luar angkasa Challenger 25 tahun yang lalu memang masih misteri. Mitos-mitos seputar bencana pesawat Challenger pun beredar.

Setelah seperempat abad telah berlalu sejak bencana ledakan pesawat Challenger. Kecelakaan ini merupakan bukti kalau teknologi canggih pun masih berisiko. Kejadian pada 28 Januari 1986 ini menjadi salah satu sejarah kegagalan NASA paling besar. Padahal, sebelum Challenger, NASA telah berhasil meluncurkan pesawat ke luar angkasa sebanyak 24 kali.

Penyebab kecelakaan Challenger masih misteri sampai hari ini, sekitar 25 tahun setelah bencana. Seputar Challenger, muncullah mitos-mitos.

Ada mitos yang menyebutkan kalau Challenger meledak 73 detik setelah diluncurkan dari Kennedy Space Center di Florida. "Pesawat tidak meledak," tegas valerie Neal, kurator pesawat luar angkasa dari National Air and Space Museum di Washington D.C. Ia mengira mitos itu berasal dari uap yang memang berbentuk seperti ledakan. Pers menyebutnya sebagai ledakan. Bahkan orang-orang NASA sendiri pun kadang salah sebut.

Pada saat penelitian, penyebab asap itu agak rumit. Tangki bahan bakar Challenger rusak, menyebabkan hidrogen dan oksigen berbentuk cairan keluar. Ketika bahan kimia itu menyati, mereka membantuk bola api di udara. Pesawat itu sendiri masih utuh dan terus mengangkasa, tapi kemudian jadi tidak stabil.

Mitos lain yang muncul adalah anggapan kalau ketujuh kru Challenger--Michael Smith, Dick Scobee, Ellison Onizuka, Judith Resnik, Ronald McNair, Christa McAuliffe, serta Gregory Jarvis-- meninggal seketika. Sebab kematian memang belum diketahui secara persis, tapi banyak ahli mengatakan kalau mereka masih hidup ketika Challenger tercebur ke Lautan Atlantik dengan kecepatan 321 kilometer per jam. "Mereka masih mengenakan sabuk keselamatan saat ditemukan," jelas Neal. Laporan kesehatan NASA menunjukkan kalau ada kemungkinan para kru sudah tidak sadar saat momen terakhir. "Karena tekanan," demikian tertera pada laporan tersebut.

Momen terakhir Challenger disebut disaksikan secara langsung lewat televisi oleh jutaan orang. Nyatanya, ini mitos. Hanya sedikit orang yang yang melihat tragedi itu di televisi, lewat siaran yang diteruskan satelit NASA. Tidak banyak orang yang memiliki akses ke siaran televisi tersebut. Lagipula, jaringan televisi besar waktu itu tidak menyiarkan secara langsung peluncuran Challenger plus peluncuran dilakukan pada jam kerja.

Mitos seputar cuaca juga muncul. Cuaca dingin pada hari itu, di bawah nol derajat Celcius, disebut sebagai salah satu sebab. "Temperatur tidak masalah," kata Neal. Analisis mengindikasikan kalau suhu dingin jadi faktor. Tapi, faktor utamanya adalah bocornya tangki bahan bakar.

Minggu ini, di saat NASA memperingati genap 25 tahun bencana Challenger, armada-armada pesawat lain juga akan melakukan pendaratan sekali lagi di stasiun luar angkasa (space station). NASA berencana meluncurkan pesawat Discovery akhir Februari diikuti dengan pesawat Endeavour, yang sering disebut-sebut pengganti Challenger, di bulan April. (Sumber: Daily Me Science)
READ MORE - Mitos seputar ledakan pesawat antariksa Challenger >


Astronom amatir menemukan empat planet di luar tata surya tanpa bantuan teleskop. Astronom berusia 45 tahun bernama Peter Jalowiczor hanya menganalisis data astronomi

Empat planet yang ditemukannya adalah HD 31253b yang berjarak 172 tahun cahaya dari Bumi, HD218566b yang berjarak 98 tahun cahaya, HD177830c yang berjarak 190 tahun cahaya, dan HD99492c yang berjarak 58 tahun cahaya.

Jalowiczor menemukan keempat planet tersebut hanya dengan mengandalkan data astronomi tahun 2005, milik para ilmuwan di universitas di Santa Cruz. Mulai tahun 2007, Jalowiczor menganalisis data tersebut, membuat gambar dan grafik untuk mendeteksi planet.

Ia menggunakan teknik yang disebut Spektroskopi Doppler. "Saya melihat perubahan perilaku pada bintang yang hanya bisa disebabkan oleh planet. Sekali saya mendapatkannya, saya langsung mengirimkan data ke Santa Cruz," paparnya.
Ia memaparkan, "Jika ada planet yang mengorbit bintang, maka akan tampak goyangan kecil pada gerakan bintang itu. Goyangan tersebut menunjukkan keberadaan planet itu sendiri dalam sistem bintang."

Berkat temuannya, nama Jalowiczor bisa tertulis sebagai salah satu penulis dalam publikasi ilmiah tentang planet ini di Astrophysical Journal. Namanya berjajar dengan tim peneliti dari Universitas California.

Jalowiczor, yang juga anggota South Yorkshire's Mexborough and Swinton Astronomical Society, sangat tersanjung dan terhormat ketika namanya dicantumkan. Ia berkata, "Semoga hasil kerja saya bisa memotivasi yang lain."

Berkaitan dengan penemuannya, Jalowiczor sendiri merasa terkejut. "Saya suka astronomi sejak kecil, tapi menjadi salah satu penemunya, oh... saya kehilangan kata-kata," ungkapnya.

Publikasi data astronomi oleh Universitas Santa Cruz sendiri memang punya tujuan tertentu. Para ahli berharap, data itu bisa memacu munculnya temuan dari astronom amatir. Adanya temuan oleh Jalowiczor menunjukkan bahwa tujuan tercapai. (Yunanto Wiji Utomo)

Sumber: Kompas.com
READ MORE - Astronom amatir temukan planet baru tanpa teleskop >

Gadis 10 tahun temukan supernova baru

Posted by Artikel Menarik | 4:10 PM | | 0 comments »


Kathryn Aurora Gray menyatakan dirinya sebagai penemu supernova termuda di seluruh dunia. Penemuan gadis Kanada berusia 10 tahun ini dilakukan bersama dengan dua orang astronom amatir lainnya, pada Minggu (2/1).

Awalnya mereka bertiga: Kathryn, Paul Gray, dan David Lane, memotret foto yang menggambarkan tatanan galaksi di malam pergantian tahun baru. Siapa sangka kemudian Kathryn berhasil menemukan keberadaan supernova baru.

Supernova adalah peristiwa ledakan dari suatu bintang di galaksi, yang menandai berakhirnya riwayat suatu bintang. Bintang yang mengalami supernova akan tampak sangat cemerlang, bahkan kecemerlangannya bisa mencapai ratusan juta kali cahaya bintang tersebut semula. Hingga bintang tersebut seringkali dapat teramati dengan mata telanjang ataupun teleskop biasa.

CBS News melaporkan bahwa supernova ini berjarak sekitar 240 juta tahun cahaya. Peristiwanya terjadi di bagian dalam galaksi UGC 3378.

Sumber: LiveScience
READ MORE - Gadis 10 tahun temukan supernova baru >

Pluto mungkin "mengandung" laut

Posted by Artikel Menarik | 3:47 PM | | 0 comments »


Sebuah model di komputer memunculkan kemungkinan adanya kolam air di bawah lapisan es Pluto yang tebal.

Para ilmuwan menduga Pluto punya inti berupa batu yang memiliki materi radioaktif. Secara perlahan, inti tersebut rusak, melepaskan panas yang bisa mencairkan es sekaligus mempertahankan bentuk cair itu. "Mengingat ukuran dan komposisi Pluto, 100 bagian per 1 miliar potasium radioaktif bisa mempertahankan air 60-105 mil pada kedalaman 120 mil," kata Guillaume Robuchon, ilmuwan keplanetan dari University of California di Santa Cruz, Amerika Serikat.

Simulasi tersebut, seperti ditulis oleh Robuchon pada sinopses penelitian yang dipresentasikan minggu lalu di konferensi American Geophysical Union, memberikan petunjuk kalau Pluto saat ini memiliki laut.

Dugaan ini mungkin akan terbukti sekitar 5 tahun mendatang. Saat itu, New Horizon milik NASA akan tiba di Pluto sebagai bagian dari perjalanan 10 tahun ke sana. New Horizon adalah pesawat antariksa tanpa awak yang dikirim ke Pluto. Saat ini, New Horizon sudah menempuh jarak 3 miliar mil.

Para ilmuwan juga akan melihat kutub di Pluto untuk mengetahui bentuk bagian dalam Pluto.

Sumber: Discovery News
READ MORE - Pluto mungkin "mengandung" laut >

Bulan akan berwarna merah pada saat gerhana

Posted by Artikel Menarik | 3:40 PM | | 0 comments »


Kawasan Amerika Utara dan Tengah dapat melihat gerhana total 20-21 Desember, tapi hanya sejumlah wilayah Indonesia yang dapat melihat gerhana bulan sebagian. Para peneliti memprediksi saat gerhana terjadi, bulan akan telrihat sangat merah, karena terpengaruh debu vulkanik letusan gunung api yang memenuhi atmosfer bumi.

Bagian bumi yang dapat melihat gerhana bulan total secara penuh adalah kawasan Amerika Tengah dan Amerika Utara. Jika dihitung dari fase bulan memasuki penumbra, fenomena alam ini akan terjadi selama 5 jam 35 menit 14 detik. Dalam rentang itu, bulan berada di umbra selama 3 jam 28 menit 43 detik dan di antaranya adalah masa gerhana bulan total yakni 1 jam 12 menit 21 detik.

Penumbra adalah daerah dengan bayang-bayang kabur saat gerhana terjadi. Sedangkan umbra adalah daerah dengan bayang-banyang gelap saat gerhana terjadi.

Sekitar 1,5 miliar orang akan punya kesempatan melihat gerhana bulan total ini. Selain itu, sekitar setengah populasi dunia atau tiga miliar orang akan dapat melihat setidaknya gerhana sebagian. Di sebagian belahan dunia, gerhana bulan hanya akan terlihat sebagian atau tidak terlihat karena terjadi saat siang dan bulan tidak berada di atas horizon daerah tersebut.

Bulan mulai memasuki wilayah penumbra pada Selasa (21/12) 00:29 EST atau Senin (20/12) 21:29 PST alias Selasa 12:29 WIB. Fase memasuki umbra dimulai pada 1:33 EST atau 22:33 PST. Gerhana total dimulai pada 2:41 EST atau 23:41 PST hingga 3:53 EST atau 00:53 PST. Bulan meninggalkan umbra pada 5:01 EST hingga 02:01 PST dan kemudian meninggalkan penumbra pada 6:04 EST atau 03:04 PST. Saat meninggalkan penumbra inilah gerhana bulan resmi berakhir..

Di Indonesia, gerhana bulan ini hanya terlihat sebagian dan pada fase gerhana hampir selesai. Wilayah Indonesia Timur mulai mengalami gerhana bulan pada Selasa (21/12) pukul 17:53 WIT, saat bulan mulai muncul. Kawasan Indonesia Tengah pada pukul 18:01 WITA, dan Indonesia bagian barat, kecuali pulau Sumatera dan bagian paling barat pulau Jawa, pada pukul 18:04 WIB.

Kawasan yang sama sekali tidak dapat melihat gerhana ini selain Sumatera adalah Asia Selatan, Timur Tengah, Asia Barat, dan sebagian Afrika wilayah timur.

Gerhana ini juga bertepatan dengan titik balik matahari, Titik balik matahari 21 Desember adalah hari terpendek dalam setahun di belahan bumi utara. Di belahan bumi utara disebut titik balik matahari musim dingin dan di selatan disebut titik balik matahari musim panas.

Sebelum tahun ini, gerhana bulan total yang bertepatan dengan titik balik matahari terjadi pada 21 Desember 1980 dan 22 Desember 1999. Setelah tahun ini, kita harus menunggu lebih lama lagi untuk mengalami gerhana bulan yang bertepatan dengan titik balik matahari pada Desember, yakni pada 21 Desember 2094. Pada gerhana bulan yang bertepatan dengan titik balik matahari 84 tahun mendatang, kawasan Asia akan gantian dapat melihat dengan total fenomena ini. Sementara belahan bumi yang tahun ini dapat menyaksikan, tidak akan dapat melihat fenomena yang sama.

Bulan Merah
Gerhana bulan terjadi saat matahari-bumi-bulan berada dalam satu garis lurus. Sehingga, sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalang bumi. Selama gerhana bulan total, bulan purnama berada dalam daerah umbra.

Sebenarnya, saat gerhana bulan terjadi, seringkali sinar matahari masih bisa menerobos bayangan bumi. Karena, ada sinar matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Sinar ini kebanyakan berspektrum warna merah. Akibatnya saat gerhana, bulan akan berwarna lebih gelap, merah, jingga, atau coklat.

Dengan banyaknya letusan gunung api yang membawa debu vulkanik ke atmosfer tahun ini, para peneliti memprediksi bulan tidak akan terlihat kuning keemasan melainkan lebih gelap, berwarna merah gelap atau coklat. Gunung Api yang meletus hebat tahun ini adalah Eyjafjallajokull di Islandia serta Merapi dan Bromo di Indonesia.

Gerhana bulan tahun ini juga diprediksi akan mempermudah pengamatan atas hujan meteor Ursids pada 22 hingga 23 Desember. Ursids biasanya sulit dilihat karena cahaya terang dari bulan purnama. Namun, dengan terjadinya gerhana, ada kemungkinan memperhatikan hujan meteor Ursid dengan lebih mudah.
Selain itu, gerhana 20-21 Desember memakan waktu cukup panjang. Sekitar 72 menit bulan benar-benar tertutup bayangan bumi sehingga bulan 10.000 hingga 100.000 lebih kabur dan membuat banyak bintang redup dan Bimasakti terlihat lebih bersinar.

Sumber: NASA, Space.com
READ MORE - Bulan akan berwarna merah pada saat gerhana >

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...